Menu

5 Kutipan Keren Dari R. Aditya Brahmana, yang Bisa Kamu Jadikan Motto Hidup

Katanya, sih, untuk menjadi orang hebat, kita nggak boleh gengsi belajar atau mencontoh pola pikir orang yang sudah lebih dulu sukses.

Beberapa hari lalu, Youthmanual sudah ngajak kamu kenalan dengan seorang anak muda yang kehebatannya nggak perlu diragukan lagi, R. Aditya Brahmana.

Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, jurusan Teknik Informatika, angkatan 2011 ini baru saja diwisuda bulan lalu, tetapi sekarang (cuma satu bulan kemudian!) dia sudah direkrut sebagai Operations & Marketing Manager GO-BOX dan GO-SEND di perusahaan Go-Jek Indonesia.

Saat masih kuliah pun, Adit terpilih menjadi pemenang Mahasiswa Berprestasi Nasional 2015, pemenang kompetisi Social Venture di Harvard National Model United Nations, pernah menjadi project manager serta presiden Djarum Beasiswa Plus Surabaya Chapter, dan segudang prestasi lainnya. Fiuh!

Apa, sih, kiat atau prinsip hidup Adit supaya bisa sukses begitu?

Sebagaimana dikutip dari laman situs ITS, minggu lalu, tanggal 16 Oktober 2016,  Adit menjadi salah satu pembicara dalam Talkshow Mawapres di gedung Pascasarjana ITS.

Nah, di Hari Sumpah Pemuda ini, Youthmanual mau berbagi kutipan-kutipan keren dari Adit yang Youthmanual rangkum dari talkshow tersebut. Mungkin bisa kamu jadikan motto hidup, supaya ketularan sukses? Mari!

1. “Passion akan mengalahkan kemalasan kita."

Konon, Adit sempat merasa berat menjalankan kuliah, terutama di tahun pertamanya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Tetapi karena Adit sangat sreg dengan jurusan kuliahnya, dia nggak menyerah, dan melawan rasa malasnya.

"Saya suka bidang electrical engineering dan komputer sains. Bisa tidak tidur, bahkan sampai lupa makan, kalau sedang mengutak atik sesuatu. Passion akan mengalahkan kemalasan kita," tutur alumni SMA Lab School Kebayoran, Jakarta ini.

2. "Jangan berfikir yang jadi Mawapres itu [mahasiswa] yang terlahir jenius dan sempurna.”

Meski awalnya merasa berat kuliah, pada akhirnya Adit bisa jadi Mahasiswa Berprestasi Nasional 2015.

Pengalaman tersebut membuat Adit sadar, bahwa hal yang membuatnya menjadi Mawapres Nasional adalah karena dia mau mencari apa yang menjadi passion dan kekuatan pada dirinya.
"Jangan berfikir [mahasiswa] yang sukses jadi Mawapres itu hanya mahasiswa yang terlahir jenius dan sempurna. Bukan. Itu mindset yang salah," ujarnya lagi.

3. “Kuliah tidak hanya sebatas nilai. Ada hal yang lebih besar.”

Bagi Adit, kuliah nggak hanya sekadar untuk mengejar nilai, tetapi juga menggali pengalaman dan pembelajaran di luar kelas.

Baca aja di artikel ini. Selama kuliah, Adit seperti nggak bisa diam! Ada aja organisasi atau kompetisi di luar perkuliahan yang dia ikuti. Berkat kelincahannya tersebut, Adit jadi mendapat segudang pengalaman dan pastinya soft skills keren.

Nggak heran kalau setelah lulus kuliah, Adit langsung direkrut menjadi marketing manager Go-Box & Go-Kilat di Go-Jek Indonesia.

"[Mendapatkan pengalaman adalah] bekal besar untuk hidup ke depan, tidak hanya sebatas nilai. Ada hal yang lebih besar. Yang dilihat adalah proses, bukan nilai akhir," sebut peraih gelar Technopreneurship Muda 2013 ini, lewat situs ITS.

4. "Kita semua harus bisa jadi pemuda yang pintar dan peduli dengan negaranya”.

Menurut Adit, sekarang ini ada tiga tipe pemuda. Pertama, pemuda yang pintar, tetapi nggak peduli dengan negara dan hanya ingin memperkaya diri sendiri. Kedua, pemuda yang nggak pintar dan nggak peduli dengan negaranya (wih, mau jadi apa ya niii…). Ketiga, pemuda yang pintar dan peduli dengan negaranya.

Kata Adit, "Kita semua harus bisa jadi jenis pemuda yang ketiga. Kalau yang di sini saja bisa menjadi pemuda yang ketiga, saya yakin Indonesia akan sangat maju ke depannya. Kalau hanya fokus buat belajar sendiri, memperkaya diri sendiri itu bukan prestasi buat saya. Bisa menjadi kebanggaan kalau apa yang kita lakukan dirasakan juga bagi orang lain."

Setuju!

5.  “Gagal itu biasa."

Untuk mencari passion, ternyata prinsip Adit sama banget dengan yang pernah Youthmanual sampaikan di sini, yaitu jangan mudah berpuas diri dengan apa yang sudah kamu miliki. Kamu harus terus mencari dan mencoba berbagai hal, sampai mendapatkan bidang yang terasa sebagai passion kamu. Jangan takut gagal, sob!

"Ibarat kapal, kalau berlabuh di pelabuhan terus memang aman. Tetapi kita harus menjelajah mencoba sebanyak banyaknya. Gagal itu biasa,"

Adit mengatakan, semua orang hebat pasti awalnya adalah pemula yang pernah gagal juga. Nggak usah orang hebat, deh. Semua orang di dunia pasti harus melewati proses pembelajaran dulu. Jadi jangan takut! Mungkin Steve Jobs pun pernah dimarahin gurunya di depan kelas, karena nilainya jeblok. Yang penting, kamu harus fokus dengan tujuan utama kita di masa depan, supaya kegagalan-kegagalan kecil saja nggak bikin kita patah arang.

"Jangan membatasi diri kalian. Ketika kalian tahu kekuatan kalian, tentukan visi kalian mau jadi seperti apa, dan cari siapa role model kalian," tutur Adit.

***

Semoga di Hari Sumpah Pemuda ini, passion dan determinasi Adit bisa menular ke kamu, lewat kutipan-kutipan ini. Semangat!

(sumber gambar: Facebook Aditya Brahmana, enciety.co, its.ac.id)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©