Menu

5 Hal yang Nggak Perlu Kamu Cantumkan di Dokumen Lamaran Kerja / CV

Salah satu alasan kamu nggak dipanggil kerja adalah karena CV kamu yang terlalu jadul. Menurut penelitian karir di situs SkillCrush, banyak fresh graduates yang mencantumkan hal nggak perlu dalam sebuah dokumen lamaran kerja / CV. Ini cuma bikin CV jadi panjang dan membosankan.

Oleh karena itu, hindari mencantumkan hal-hal berikut ini di CV ya, gaes!

1. Segala sesuatu yang nggak berhubungan langsung sama pekerjaan yang kamu lamar

Kalau kamu melamar sebuah pekerjaan, pastikan kamu memperhatikan requirement atau kebutuhan dari pekerjaan tersebut. Kalau ternyata perusahaan nggak memerlukan kemampuan kamu di suatu bidang, mending kamu nggak usah cantumkan supaya menghindari CV yang terlalu penuh dan jauh dari kebutuhan.

Kadang, demi keinginan untuk diterima, kamu mencantumkan semua les yang pernah kamu ikuti dan kejuaraan yang pernah kamu menangkan. Padahal, ini bisa kamu sampaikan saat wawancara kerja.

Misalnya, kalau kamu melamar sebagai akuntan, kamu nggak perlu mencantumkan prestasi kamu waktu menang kejuaraan pencak silat. Tapi, kamu tentu harus mencantumkan seminar dan prestasi yang mendukung di bidang ekonomi dan akuntansi.

2. Kemampuan yang udah terlalu umum

Masih menulis di CV bahwa kamu bisa mengoprasikan Microsoft Office? Wuih, ini basi banget, sob! Zaman internet begini, menguasai Microsoft Office dasar dan browsers internet udah wajib hukumnya.

Sebagai alternatif, coba cantumkan kemempuan yang lebih spesifik. Misalnya, kamu bisa mengetik dengan cukup cepat, bisa program komputer tertentu seperti Adobe atau Photoshop atau mengetahui cara memimpin sebuah tim dengan baik.

3. Foto yang nggak cocok 

Kecuali kamu melamar pekerjaan di bidang desain atau divisi kreatif, jangan menggunakan terlalu banyak foto dan gambar. Hindari foto selfie sebagai foto utama.

Kalau kamu memang ingin CV kamu menarik, coba spice up CV kamu dengan desain yang simple namun beri warna di bagian header. Tentunya, warna yang digunakan warna yang sesuai dengan kararter pekerjaan kamu, ya.

4. Paragraf yang kepanjangan

Tahu nggak, sih, kalau paragraf yang terlalu panjang bikin pembaca CV jadi bosan. Usahakan kamu hanya mencantumkan tiga atau empat kalimat dalam satu paragraf. Setelah itu, buat paragraf baru untuk menunjang kejelasan.

Selain paragraf, kamu bisa juga menggunakan bullets point. Tapi jangan lupa sertakan keterangan pendek di setiap poin tersebut.

5. Alamat email yang nggak jelas dan link yang nggak bisa diklik

Tips ini udah sering banget Youthmanual share ke kamu. Sebaiknya, cantumkan alamat email yang jelas dengan nama asli tanpa embel-embel bahasa gaul atau bahasa alay. Buat akun email dengan nama depan dan nama belakang kamu sendiri.

Selain itu, kalau kamu mau menambahkan link menuju website atau blog pribadi supaya perusahaan bisa mengenal kamu lebih jauh, makan pastikan link tersebut bisa diklik. Istilah digitalnya, jangan pernah mencantumkan broken link di dalam CV kamu.

 

(Sumber gambar: blog.occ.com.mx, pulse.com, wikihow.com, craft-cv.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©