Menu

Tips Melamar Pekerjaan dengan Efektif dan Bikin Kamu Nggak Asal Dapat Kerja

Mencari pekerjaan pasca lulus kuliah bisa jadi sangat melelahkan dan bikin stress. Apalagi, kalau kamu tipe orang yang gampang putus asa. Misalnya, baru kirim tiga CV udah langsung puas. Baru dipanggil satu wawancara udah bangga. Pas ditolak, langsung merasa gagal sebagai sarjana.

Atau mungkin kamu malah tipe yang terabas aja melamar kerja ke semua tempat tanpa pilih-pilih. Menyebar CV dengan standar penulisan sama rata ke setiap perusahaan. Ketahuan banget, nih, kamu tipe yang pengen asal dapat pekerjaan.

Menurut situs Thought Catalog, ada beberapa tips supaya kamu tetap “waras” dalam menghadapi masa-masa mencari pekerjaan. Cobain tips ini supaya kamu bisa melamar pekerjaan dengan lebih efektif.

1. Melamarlah dengan tujuan yang jelas

Biasakan untuk mencari tahu tentang background sebelum kamu melamar kerja di sebuah perusahaan. Misalnya, bergerak di bidang apa perusahaan tersebut, apa visi dan misinya, berapa banyak karyawan yang bekerja di sana dan siapa aja kompetitornya. Semua informasi ini bisa kamu dapatkan kalau kamu rajin browsing.

Jadi sebelum melamar, pastikan dulu kamu mengenal perusahaan tersebut dan tahu betul kebutuhannya. Kalau nggak, buat apa kamu buang-buang waktu melamar kerja ke sana?

2. Kerjakan CV dengan sepenuh hati

Saya sering banget mendengar komplain dari teman-teman HRD bahwa pelamar kerja cuma copy paste CV yang mereka buat dari internet. Udah gitu, CV yang dikirim standar alias sangat umum. Ketahuan banget bahwa mereka asal menyebar jala.

Padahal, cover letter, resume dan CV yang personal terhadap suatu institusi membuka peluang lebih besar buat kamu diterima, lho. Apalagi kalau kamu membuat CV yang super unik sesuai dengan karakter perusahaan tersebut.

3. Jangan lupa untuk keluar rumah dan membangun network

Jangan ragu untuk ikut nyokap ke arisan keluarga atau ikut kakak ke acara kantornya. Meskipun kamu dinilai masih “bocah”, semangat kamu untuk membangun hubungan baik dengan siapapun bakal menghasilkan image yang positif. Perkenalkan diri dengan baik, dan siapa tahu justru kamu bisa mendapat informasi lowongan pekerjaan seru dari saudara atau orang yang baru kamu kenal.

4. Perbaiki semua informasi kamu dan lakukan hal-hal di luar kebiasaan

Ada banyak situs yang bisa kamu gunakan untuk mencari pekerjaan. Tulis bio dan semua informasi tentang kamu sebaik mungkin. Kalau perlu, minta orang lain review deskripsi yang kamu buat di Linkedin atau media sosial lainnya. Jangan salah, lho, zaman sekarang banyak job hunter mencari karyawan lewat internet.

Selain itu, lakukan kebiasaan baru yang inovatif. Misalnya, kalau biasanya kamu cuma sekedar selfie di media sosial, mulailah posting soal pendapat kamu tentang hal yang lebih serius. Buat caption pendek tentang masalah hukum, ekonomi atau sosial yang bisa melatih analisa dan cara berpikir kamu. Manfaatnya apa? Ketika nanti kamu dapat panggilan kerja, kamu terbiasa untuk menyusun pendapat kamu.

5. Ingat bahwa mencari pekerjaan itu seperti mencari jodoh

kalau kamu ditolak sebuah perusahaan, atau belum mendapat posisi di pekerjaan impian kamu, ingat bahwa mencari pekerjaan itu seperti mencari jodoh. Kadang penolakan berarti kamu memang nggak cocok dengan posisi yang tersedia.

Kalau sudah kayak gini, biasanya para fresh graduates langsung menyerah dan mau kerja apa aja. Ya nggak masalah juga, sih, kalau kamu mau menjadikan kantor pertama sebagai “batu loncatan”. Tapi ingat baik-baik ya, gaes, biasanya kalau kamu bekerja dengan hanya menjadikan perusahaan sebagai “batu loncatan”, etos kerja kamu bakal terlihat berbeda. Karena perusahaannya nggak bergerak di bidang yang kamu suka, kamu menjadi kurang passionate dan akhirnya setiap pagi kamu cuma berangkat kerja demi absen!

 

(Sumber gambar: linkedin.com, designbolts.com, entrepreneurfail.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©