Menu

Cara Membangun Networking yang Baik Dengan Senior Di Kampus Tanpa Takut Dianggap SKSD

Bergaul dan membangun networking dengan senior emang agak tricky. Selain ada rasa segan untuk menginisiasi kontak lebih dulu (secara masih anak bawang, sob!), kadang kamu ujung-ujungnya malah dianggap sok kenal atau cari perhatian.

Belum lagi kalau kamu salah strategi. Kalau kamu networking dengan senior di sembarang waktu dan tempat, bisa-bisa kamu malah terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Masih mending kalau cuma disuruh nongkrong di kantin kampus, lah kalau kamu disuruh “nongkrong” di tempat lain?

Jadi gimana, sih, cara membangun networking atau keakraban dengan senior di kampus dengan baik dan benar—dan tanpa harus takut dicap SKSD?

1. Jadi “panitia sukarela”

1

Ketika kamu masih berstatus mahasiswa baru alias maba, senior-senior kamu yang aktif di organisasi dan kepanitiaan pasti sedang gencar-gencarnya mencari panitia sukarela untuk membantu menyukseskan acara mereka. Nah, ini adalah saat yang tepat untuk kamu membangun networking yang baik dengan para senior.

Selain dapat berkontribusi melalui kegiatan yang berfaedah, antusiasme kamu tentunya bakal membuat senior terkesan. Dari situ, kamu bisa melatih skill dan bertukar pengalaman dengan senior yang menjadi pembimbing kamu selama menjalankan tugas, dan tentunya menghasilkan networking yang positif.

2. Gabung UKM

Jadi mahasiswa, tuh, rasanya nggak greget kalau belum gabung dengan salah satu dari sekian banyak UKM yang ada di kampus. Selain bisa menyalurkan minat dan hobi, UKM juga bisa menjadi tempat yang tepat untuk membangun networking dengan para senior.

Karena para “penghuni” UKM memiliki minat dan hobi yang serupa, seharusnya hal ini nggak jadi masalah buat kamu untuk bisa get along dengan mereka. Kamu cukup jadi orang yang proaktif aja, agar para senior menganggap kamu sebagai pribadi yang asyik untuk diajak bekerjasama. Score!

3. Ikut proyek dosen

2

Sebagai tenaga akademis, dosen pasti nggak pernah absen dari proyek penelitian. Kalau kamu cukup “niat” untuk keep up dengan mereka, nggak ada salahnya kalau sekali-sekali kamu menerima tawaran (atau menawarkan diri) untuk membantu mengerjakan proyek beliau.

Asyiknya, dosen nggak hanya “punya” kamu sebagai asisten mereka, tetapi juga beberapa mahasiswa unggulan lain—yang biasanya mahasiswa senior yang lebih berpengalaman dari kamu—untuk turut membantu mereka. Buat kamu yang betul-betul ingin membangun networking dengan senior lewat akademik, cara ini kece banget, ‘kan?

4. Ambil kelas tambahan

Kalau kamu tipe mahasiswa yang suka ngambil mata kuliah tambahan untuk menuh-menuhin jatah SKS, good for you. Soalnya, selain bisa meningkatkan IPK, kamu juga bisa membangun networking yang baik dengan para senior yang juga mengambil kelas yang sama dengan kamu. Apalagi kalau sekalian ngerjain tugas kelompok bareng!

Trus, kamu bisa juga "sekelas" dengan senior di luar lingkungan perkuliahan, lho. Bisa aja kamu sekelas dengan senior ketika ikutan kelas bahasa asing di luar kampus, atau bahkan nge-gym di tempat yang sama. Bisa banget, tuh, dijadikan ajang basa-basi busuk buat menjalin networking! Hihihi.

(sumber gambar: time2track.com, furman.edu, davidsonwp.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©