Menu

Jangan Bangga Jadi Mahasiswa, Kalau Kamu Masih Melakukan Hal-Hal Ini

Saya masih ingat sekali perkataan senior-senior saya saat Ospek dulu. “Kalian itu mahasiswa. Ada kata “maha” di depan kata “siswa”. Masa’ kelakuan masih kayak Siswa SMA?”. Atau perkataan ini, “Mahasiswa itu Agent of Change, pembawa perubahan bagi masyarakat”.

Wah, berat amat, yak.

Ada banyak cara memaknai “mahasiswa” dan “agent of change”. Bagi mahasiswa tipe Kura-Kura (kuliah rapat-kuliah rapat), biasanya mereka memaknainya dengan ikut di organisasi kemahasiswaan, organisasi di luar kampus, sering ikut diskusi, abhkan aksi demonstrasi. Lain lagi dengan tipe mahasiswa Kupu-Kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Mereka memaknai diri sebagai “agent of change” lewat aktivitas penelitian, membuat “paper”, dan ikut lomba sana-sini.

Dari semua aktivitas di atas, ada banyak prestasi atau dampak positif yang bisa diciptakan para kaum mahasiswa. Youthmanual juga sering, lho, mengangkat profil mahasiswa berprestasi. Memang, sebagai kaum muda terpelajar, mahasiswa punya kesempatan besar untuk memberikan dampak bagi sekitarnya.

Tapi jangan buru-buru bangga, deh, sama status kerenmu sebagai mahasiswa, kalau kamu masih suka melakukan hal-hal ini…

1. Titip absen

Buat para mahasiswa yang suka meneriakkan “anti-korupsi” tapi masih suka titip absen, duh, malu-maluin, deh! Malah mungkin, salah satu sebab korupsi masih jadi penyakit di Indonesia karena pejabat-pejabat itu kebiasaan titip absen waktu kuliah.

“Memang kenapa kalau titip absen?” Itu sama aja penipuan, gaes! Kalau kamu memang nggak mau atau nggak bisa masuk kelas, ya nggak usah masuk aja. Nggak usah pake acara titip-titip absen. Dengan menitip absen, kamu nggak hanya berbohong pada kampusmu, tetapi juga mengajak temanmu berpartisipasi dalam aksi “kriminalitas” kecil.

Tapi sebisa mungkin, sih, jangan bolos, lah. Ingat, kuliah itu mahal, lho.

2. Buang sampah sembarangan

Kalau ada mahasiswa kumpul-kumpul atau asyik rapat sambil ngemil, kita bisa lihat kualitas rapatnya (atau mahasiswanya) dari apa yang terjadi setelahnya, yaitu apakah ada sampah yang tertinggal atau nggak. Jangan sampai kamu dan teman-temanmu diskusi ngobrolin masalah bangsa, apalagi masalah lingkungan, tapi sampah berserakan di tempat bekas rapatmu. Kebiasaan buruk buang sampah sembarangan mestinya udah nggak kamu lakuin lagi saat jadi mahasiswa. Malu, ah!

3. Cuek sama sekitar

Mungkin jadwal kuliahmu padat banget, sampai kampus jadi “kos-kosan kedua” kamu. Mungkin kamu terlalu sibuk mengerjakan tugas kuliah yang tiada hentinya, sampai duniamu hanya kampus dan kamar kos. Tapi please, gaes, jangan sampai kamu jadi cuek sama sekitar. Jangan sampai kamu nggak tahu siapa nama bapak kosmu, ibu kosmu, bahkan satpam kosmu. Cobalah sesekali menyapa atau melemparkan senyum ke tetangga-tetangga sekitar kosanmu. Kamu bermimpi mengubah negeri ini supaya lebih baik, tetapi mengenal orang-orang terdekatmu aja enggan. Hmmm… ironis kan?

(sumber gambar : suksesitunyata.files.wordpress.com, beemaykl.blogspot.com, syahirzaman95.blogspot.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©