Menu

Kamu Mahasiswa Sibuk yang Galau Karena Nggak Punya Waktu Bergaul? Ikuti Tips-Tips Ini!

Kehidupan seorang mahasiswa memang bisa warbiyasak sibuknya. Mulai dari kuliah, berorganisasi, kerja magang, kerjaan, sampai tentunya beristirahat (itu juga kalau sempat!). Apalagi kalau kamu memang sengaja nyari banyak kesibukan, karena nggak suka gabut.

Nggak ada salahnya, sih, jadi mahasiswa sibuk. Malah mungkin harus begitu, ya, mumpung kamu masih muda dan punya banyak kesempatan.

Tapi di antara segudang kesibukan, kamu nggak boleh melupakan kehidupan sosial kamu, dong.

Lagipula kamu pasti tahu bahwa orang yang terlalu sibuk belajar atau bekerja itu lama-lama jadi menyebalkan dan kaku. Jadi kayak orang kurang piknik!

“Tapi, Kak, gimana caranya bisa punya waktu untuk nongkrong, bergaul, hahahihi, dan have fun, kalau kegiatan wajib saya padat banget?”

Bisa kok! Ikuti tips-tips berikut ini, deh.

a. Kalau kamu memang terus-terusan sibuk (bukan sekali-kali sibuk aja), kamu HARUS punya agenda. Mau agenda cetak (misalnya, buku agenda) atau elektronik (misalnya, agenda di hape), bebas, kok.

Dengan agenda, kamu nggak hanya bisa menjadwalkan kegiatan-kegiatan wajib kamu, tetapi juga kegiatan bergaul.

Tips: kamu bisa menandai setiap jadwal kamu dengan warna. Misalnya, untuk jadwal kuliah, gunakan font / pulpen hitam. Untuk jadwal pekerjaan magang, gunakan font / pulpen biru. Untuk jadwal hura-hura, gunakan font / pulpen merah.

Jadi, dengan sekilas mengintip, kamu sudah bisa lihat kecenderungan kesibukan kamu. Misalnya, kalau dalam sebulan agenda kamu “gelap” semua—alias nggak ada warna merahnya—sudah waktunya kamu cari waktu untuk bersosialisasi, gaul, atau hura-hura.

b. Sesibuk-sibuknya kamu, pasti kamu ada waktu untuk makan siang dong, ya. Nah, gunakan waktu makan siang kamu untuk nongkrong bareng teman. Walaupun cuma setengah jam, nggak apa-apa. Manfaatkan aja. Hal ini nggak hanya bakal memelihara hubungan pertemanan, tetapi juga “kesehatan mental” kamu. Jangan terlalu serius belajar atau kerja melulu, ah. Sekali-kali kendorin, shay!

Kamu bisa makan bareng teman kamu di kantin kampus, atau melipir keluar sejenak untuk cari kafe-kafe terdekat.

Jadikan momen ini sebagai quality time dengan teman, jadi jangan sibuk dengan hape masing-masing, ya.

c. Kalau kamu biasanya belajar atau mengerjakan tugas di kamar sendirian, coba sekali-kali belajar atau nugas di kampus, coffee shop atau co-working space bareng teman.

Ini adalah win-win solution, karena tugas kamu tetap dikerjakan, tetapi di saat kamu lagi break ngetik atau mikir, kamu bisa bonding bareng teman. Dengan syarat, kamu dan teman kamu bisa fokus kerja bareng, ya. Jangan malah bablas ngobrol!

d. Buatlah jadwal bersosialisasi khusus, seminggu sekali. Misalnya, kamu ngefans sama acara TV Game of Thrones. Nah, bikin, deh, acara nobar Game of Thrones seminggu sekali bareng teman-teman kamu yang juga suka acara TV tersebut. Bisa di kafe, atau di rumah.

Meskipun simpel, ritual seperti ini akan membuat kehidupan sosial kamu tetap “hidup”.

Kalau kamu sudah punya rutinitas seminggu sekali begini, nanti sekali-kali diganti, ya, supaya kamu dan teman-teman nggak bosan melakukan hal yang sama berminggu-minggu.

e. Sebagai orang sibuk, pasti kamu terbiasa melakukan berbagai hal sesuai dengan rencana dan jadwalmu sendiri, termasuk jadwal bersosialisasi. Hal ini bisa membuat kamu jadi kaku dan nggak fleksibel.

Misalnya, pacar kamu ngajakin kamu nonton live music. Menurut jadwal, acaranya akan selesai jam 10 malam. Eeeh, tau-tau acaranya ngaret, sehingga kamu terpaksa pulang tengah malam. Jadi nggak punya waktu untuk menyelesaikan tugas kuliah, deh. Ujung-ujungnya, kamu ngambek.

Contoh lainnya, misalnya kamu punya waktu kosong Jumat malam. Trus, kamu ngajakin teman-teman kamu nongkrong Jumat malam itu. Eh, ternyata mereka pada nggak bisa. Bisanya di Kamis malam, padahal Kamis malam kamu sudah niat mau belajar di rumah aja.

Apa kamu harus memaksa mereka tetap pergi di Jumat malam?

Saya paham, sih, hal ini bisa sangat menyebalkan. Namun dalam bersosialisasi, kamu harus bisa fleksibel. Kamu mungkin sibuk, tapi teman-teman kamu ‘kan nggak sesibuk kamu. Mereka punya jadwal yang berbeda. Be flexible, gaes. Mengalah sedikit ‘kan juga nggak apa-apa.

Trus, jangan berasumsi teman-teman kamu bakal rela ngikutin jadwal dan kemauan kamu, ya

f. Cari teman-teman yang "serupa" sama kamu. Kalau kamu memang ambisius dan senang sibuk, coba cari lingkungan yang ambisius dan senang sibuk juga. Kalau kalian sama-sama sibuk, kalian akan saling memahami dan sama-sama fleksibel.

Jadi, kalau misalnya kamu harus membatalkan janji ketemuan sama teman kamu gara-gara harus rapat organisasi, teman kamu pasti akan maklum. Begitu juga sebaliknya.

Dengan catatan, kalian harus punya rasa “guilty feeling”, ya! Kalau kalian batal nongkrong bareng karena sibuk, kalian tetap harus cari cara untuk “menebus”nya. Misalnya, dengan menjadwalkan waktu nongkrong bareng di hari lain.

Hal ini juga berlaku buat pacaran, lho. Kalau pacar kamu juga sibuk seperti kamu, harusnya, sih, dia bakal lebih pengertian dan tetap setia (ehem), walaupun agenda kamu senantiasa padat.

(sumber gambar: theodysseyonline.com, askfm.com, anvato.com, smallpaperthings.com, business-school.ed.ac.uk, hellogiggles.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©