Menu

Kehidupan Sehari-Hari Anak Kostan VS Anak Rumahan

Oleh Ananda Vickry Pratama

Saat akan kuliah, kamu harus menentukan—mau jadi anak kost, atau anak rumahan? Ujung-ujungnya, sih, yang jadi penentu adalah jarak antara rumah kamu dengan kampus. Kalau jarak dari rumah ke kampus kamu lumayan dekat, menetap di rumah biasanya lebih ideal.

Sebaliknya, kalau jaraknya jauh, lebih bijak kalau kamu nge-kost.

Kecuali kalau kamu punya Pintu Kemana Saja-nya Doraemon, sih... *mimpi*

Pada dasarnya, kehidupan anak kost dan anak rumahan memang nggak bisa disamakan. Perbandingannya sebagai berikut!

1. Makan

Anak kost: *cacing perut menjerit* “Gue mau makan apa, ya? Masa’ iya gue makan mie instant lagi, tapi... ya udah lah, yang penting bisa makan dan harganya murah.”

Anak rumahan: Mau makan 5x sehari juga bisa, soalnya kamu masih satu rumah sama orangtua dan nggak perlu repot mikirin hari ini mau makan apa. Hore!

Dari pengalaman saya sebagai anak kost, ingin makan saja bisa jadi proses yang nggak gampang untuk anak kost. Soalnya anak kost harus banyak mikir dulu—mau masak atau beli? Beli di mana? Mahal nggak?

Sebaliknya, anak rumahan nggak perlu mikir begitu, karena orangtua biasanya sudah menyediakan makanan di rumah. Santaaai...

2. Pengawasan

Anak kost: Kalau kost yang kamu tempati nggak memberlakukan jam malam, kamu bisa leluasa pulang kapan aja, tanpa takut kena omel siapapun.

Anak rumahan: Kalau kamu telat pulang kuliah—apalagi telatnya sampai larut malam tanpa izin dan alasan yang jelas—orangtua pasti ngomel!

Enaknya (atau nggak enaknya) jadi anak rumahan adalah orangtua masih menjaga dan mengawasi kita, meski nggak selalu sepenuhnya. Berbeda dengan anak kost yang mesti menjaga dirinya sendiri, agar nggak kebablasan dalam melakukan sesuatu.  

3. Keuangan

Anak kost: Jatah uang bulanan habis sebelum awal bulan? Caypeh, deh! Siap-siap memutar otak untuk menyambung hidup, ya.

Anak rumahan: Mau uang bulanan masih menyisa atau udah habis, anak rumahan masih aman untuk ‘melanjutkan hidup’, karena masih tinggal seatap sama orangtua.

Baik anak kost maupun anak rumahan sebenarnya penting untuk punya kemampuan mengatur keuangan, supaya jatah uang dari orangtua nggak habis sia-sia, bahkan masih menyisa untuk ditabung.

4. Kerapihan

Anak kost: “Hari ini males beres-beres, ah. Mending bobo aja.” Kalau tiap hari kamu mikir begini, kelar dah. Kamar kamu sudah pasti cepat jorok, kotor, jadi sarang penyakit, dan bau. Hiii!

Anak rumahan: Lagi mood atau nggak mood beberes, orangtua pasti akan menegur kamu supaya mau gerak dikit, lah, demi beberes kamar.

Sebenarnya, karena udah sama-sama dewasa, anak kost maupun rumahan mestinya udah sama-sama sadar atas kerapihan diri dan lingkungan sekitar. Jadi coba mulai singkirkan kebiasaan mager dari sekarang ya, sob!

5. Kesehatan

Anak kost: Kalau lagi kurang istirahat trus sakit, kamu harus berjuang sendiri untuk sembuh, karena nggak ada yang merawat kamu selain diri kamu sendiri.

Anak rumahan: Kalau lagi sakit, orangtua kamu mungkin malah gercep merawat kamu!

Kita nggak tahu, penyakit tuh datangnya kapan, maka kamu harus selalu jaga kesehatan semaksimal mungkin. Bagi yang nge-kost, selalu sediakan obat-obatan di kamar, seandainya ada apa-apa. Apalagi kalau kamu punya riwayat penyakit atau alergi, obat-obatan wajib kamu harus selalu ada, ya! Jangan lupa juga untuk segera memberi tahu orangtua kalau kamu sedang sakit, sehingga mereka bisa stand-by kalau nantinya ada emerjensi.

(sumber foto: malang.merdeka.com, huffingtonpost.com, mybless18.blogspot.com, iwearbanana.com, mikaela54.wordpress.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©