Menu

Memaknai Sumpah Pemuda dengan Menjadi Volunteer di Ubud Writers and Readers Festival 2016

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, saya yang kebetulan lagi ada di Ubud Writers and Readers Festival 2016 ngobrol sama beberapa anak muda yang menjadi volunteers di Festival Sastra terbesar di Asia Tenggara. Apa aja, sih, kegiatan mereka? Kenapa mereka mau capek-capek mengurus acara besar selama empat hari plus persiapannya, dan bagaimana mereka memaknai Hari Sumpah Pemuda di UWRF 2016?

Pembukaan pendaftaran volunteers UWRF 2016 dilakukan setiap tahun, empat bulan sebelum acara dimulai. Pendaftaran dilakukan secara online dan siapapun boleh menjadi volunteer. Boleh juga datang langsung ke kantor UWRF kalau mereka kebetulan tinggal di Ubud. Menurut volunteers’ coordinator, Kak Ochie DeMeulenaere, tahun ini yang mendaftar menjadi volunteer sekitar 400 orang, lho! Tapi kemudian diseleksi menjadi 190 orang.

Pertimbangannya tentu aja banyak banget, tapi yang diutamakan adalah anak muda yang tinggal di Bali. Festival ini harus lebih dikenal oleh masyarakat lokal. Lagipula, kalau tempat tinggal mereka di Bali, akan lebih muda bagi mereka berpartisipasi.

Meskipun begitu, teman-teman di luar Bali nggak kalah semangatnya. Mereka juga banyak banget yang daftar, begitu juga orang asing. Menariknya, orang asing ini nggak cuma anak muda yang mendaftar, tapi juga mereka yang udah di atas 30 tahun. Biasanya, menurut budaya di Barat, kegiatan menjadi volunteer bisa mereka yang sudah pensiun, sudah punya penghasilan tetap tapi nggak mau bermalas-malasan.

Megan Taylor, mahasiswi asal Kanada yang lagi traveling ke Bali dan memutuskan untuk ikut jadi Volunteer UWRF 2016

Ketika ditanya, kenapa setiap tahuun volunteer UWRF bisa membludak, itu karena manfaatnya banyak banget. Para anak muda pecinta sastra bisa ketemu langsung sama penulis favorit dan berdiskusi tentang ide-ide. Networking dan ketemu teman baru, dan pengalaman merasakan langsung mengurus sebuah acara berskala internasional. Merasakan kegilaan di belakang layar. Otomatis, mereka jadi punya apresiasi baru terhadap sebuah acara.

“Sikap yang baik menjadi syarat nomer satu. Anak volunteer harus ramah, mau menolong, dan on time. Selain itu, mereka harus positive thinking dan solution based oriented. Jadi kalau ada masalah, nggak saling menyalahkan atau panik. Aduh, kalo drama begitu nggak kepake banget, deh, di lapangan,” kata Kak Ochie soal kriteria menjadi volunteer.

Kak Ochie, volunteers' coordinator yang harus mengatur 190 orang dengan karakter berbeda-beda.

Saya juga kenalan sama Yerinta, yang jauh-jauh datang dari Yogya dan Dita dari Bandung demi menjadi volunteers di sini. Awalnya Yerinta cuma jadi peserta dan jatuh cinta banget sama UWRF. Terus, tahun berikutnya ia mencoba mendaftar menjadi volunteer.

“Di sini kayak nggak ada batasan antara penulis sama peserta. Atmosfer kreatifitas dan program acara yang beragam bikin saya nggak pikir panjang buat terbang dari Yogya ke Bali”.

Yerinta mengaku menjadi volunteer membuatnya lebih percaya diri untuk bicara sama orang baru. Dia juga menyarankan anak-anak muda untuk lebih berani dalam mengambil keputusan. Banyak yang mikirin kendala duluan dan akhirnya nggak mengambil kesempatan yang ada.

Yerinta - Youthmanual

Yerinta, mahasiswi jurusan Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang  break sejenak dari skripsinyautuk jadi volunteer

Sementara buat Dita, menjadi volunteer di UWRF adalah pengingat bagi generasinya untuk balik ke “akar” kebangsaan. Di Ubud, Dita ketemu dengan banyak orang asing dan berinteraksi sama mereka. Ini bikin Dita sadar bahwa ia punya jati diri yang bisa dibanggakan, yaitu menjadi orang Indonesia.

“Anak muda sekarang sudah terlalu kebarat-baratan. Lupa bahwa kita berbahasa, berbangsa dan bertanah air satu, Indonesia’” kata Dita menutup obrolan kami.

Kalau kamu gimana, gaes? Apa makna Sumpah Pemuda buat kamu? Dan apa rencana kamu buat mengisi masa muda dengan lebih positif?

 

(Sumber gambar: Iyank)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©