Menu

Dunia Sekolah 101

Menjelang kelulusan, nggak hanya anak kelas 12 aja yang bingung ingin melanjutkan studi ke mana, tai anak kelas 9 juga mulai dilanda kegalauan yang serupa. Bedanya, nggak seperti anak kelas 12 yang harus memilih mulai dari universitas hingga program studi, anak kelas 9 yang hendak lulus SMP hanya dihadapkan pada dua pilihan utama: mau lanjut masuk SMA atau SMK?

Well, nggak bisa dipungkiri, saat ini SMA masih lebih banyak dipilih oleh siswa dibandingkan dengan SMK. Stigma yang masih melingkupi sekolah menengah kejuruan seperti kualitasnya yang kurang bagus dan siswanya yang merupakan ‘buangan’ dari SMA, menjadi salah satu faktor mengapa masih banyak yang memilih untuk lanjut sekolah di SMA daripada SMK.

Padahal sebenarnya, SMK nggak kalah berkualitas lho dari SMA. Apalagi kalau kamu sudah memiliki minat spesifik dalam suatu bidang tertentu sepert tata boga misalnya. Dengan masuk SMK, minat kamu di bidang tersebut pastinya akan lebih terarah dan ketika lulus nanti, pastinya, kamu bisa langsung bekerja di industri yang paling sesuai dengan minatmu itu.

Jadi, lebih baik masuk SMA atau SMK? Sebelum melangkah lebih lanjut, yuk simak panduan Youthmanual tentang cara memilih sekolah menengah atas di sini!

 

Kenapa Pilih SMA?

Salah satu institusi pendidikan menengah yang paling umum diketahui oleh semua orang adalah SMA alias Sekolah Menengah Atas. Dengan trademark seragam abu-abu, institusi yang satu ini merupakan sebuah jenjang pendidikan formal yang ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 hingga kelas 12.

Sejarah adanya SMA di Indonesia dimulai sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Kala itu, orang Belanda, Eropa, dan elite Pribumi yang telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan HIS (Sekolah Dasar Belanda) hanya dapat meneruskan pendidikan menengah umumnya di Hoogere Burgerschool (HBS) dengan masa studi selama 5 tahun. Setelah lulus dari HBS, mereka bisa langsung melanjutkan studi ke universitas di Belanda. Hal ini berarti pada masa tersebut, HBS merupakan gabungan dari SMP dan SMA yang kita kenal sekarang.

Di masa awal ia didirikan, HBS hanya diperuntukkan bagi orang Belanda, Eropa, dan Elite Pribumi, namun sebagai konsekuensi dari dilaksanakannya Politik Etis di mana salah satunya menyangkut bidang pendidikan, maka pemerintah Hindia Belanda pun mendirikan lagi lembaga pendidikan yang bernama  Meer Uitgebreid Lager Onderwijs - MULO yaitu pendidikan dasar yang diperluas dan sekolah menengah umum di atasnya yaitu Algemeene Middelbare School (AMS). Sistem ini bertahan hingga tahun 1942 ketika masa pendudukan Jepang dimulai, di mana sekolah jenjang menengah atas pun diubah namanya menjadi Sekolah Menengah Tinggi (SMT).

Pada tahun 1945, pada masa Proklamasi Republik Indonesia, SMT mengalami perubahan menjadi Sekolah Menengah Oemoem Atas (SMOA). SMOA kembali berubah namanya pada tahun 1950 di masa pemerintahan Republik Indonesia Serikat, menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu:

  • SMA A (Bahasa)
  • SMA B (Ilmu Pasti dan Imu Alam)
  • SMA C (Ilmu Sosial)

Penamaan dan sistem pendidikan ini kembali berubah pada tahun 1960-an, di mana semua SMA membuka beberapa jurusan sekaligus baik bagian A (Bahasa), B (Ilmu Pasti dan Ilmu Alam), maupun C (Ilmu Sosial). Selanjutnya, sistem ini berubah lagi di tahun 1980-an, menjadi A1 (Fisika), A2 (Biologi), A3 (Sosial). Penamaan SMA berubah lagi pada tahun ajaran 1994/1995 sampai 2003/2004 menjadi Sekolah Menengah Umum (SMU), sebelum kembali berubah menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2004/2005 hingga saat ini.

Memutuskan untuk melanjutkan pendidikan menengah ke SMA? Ini dia poin-poin yang harus kamu perhatikan!

Sistem Pendidikan SMA

Saat ini, SMA-SMA di Indonesia tengah menggunakan Kurikulum 2013 yang direvisi di tahun 2016. Sedikit throwback, sebelumnya sekolah-sekolah menengah atas memakai kurikulum 2006 atau Kurikulum xxxx (KTSP) dalam pembelajarannya. Namun, pada tahun 2013, KTSP mengalami perubahan menjadi Kurikulum 2013 (K-13), dan di tahun 2016 kurikulum tersebut direvisi menjadi Kurikulum 2013 Revisi atau Kurikulum Nasional.

Perbedaan-perbedaan antara KTSP dan Kurikulum 2013 antara lain sebagai berikut:

Secara umum, Kurikulum 2013 yang sudah direvisi kini memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajarannya, terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terdapat di beberapa pelajaran seperti Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Materi-materi ini telah disesuaikan dengan materi pembelajaran berstandar internasional seperti PISA dan TIMSS sehingga output pembelajarannya dapat bersaing di dunia internasional.

Struktur Kurikulum 2013 untuk SMA adalah sebagai berikut:

  • Kelompok mata pelajaran wajib yang diikuti oleh seluruh peserta didik (Kelompok A dan B)
  • Kelompok mata pelajaran peminatan (Kelompok C)

Peserta didik yang baru mendaftar akan langsung diarahkan untuk memilih peminatan yang mereka inginkan. Ketika proses PPDB berlangsung, peserta didik akan diberikan maksimal 3 pilihan sekolah berikut peminatannya. Jadi, berbeda dengan kurikulum 2006 atau KTSP, penjurusan di SMA kini sudah dilakukan sejak kelas 10 dan bukannya ketika naik kelas 11.

Prospek Lulusan SMA

Tentunya, setelah kamu lulus SMA jenjang yang menjadi tujuan selanjutnya adalah perguruan tinggi alias kuliah. Memang, lulusan SMA dipersiapkan untuk masuk ke perguruan tinggi setelah mereka menyelesaikan 3 tahun masa pendidikan. Ilmunya yang cukup general memberikan lebih banyak kesempatan untuk ‘mendalami’ bidang yang lebih disenangi ketika di perguruan tinggi nanti.

Kalian pasti sering atau at least pernah dengar tentang kasus-kasus ‘lintas jurusan’. Yup. Mereka yang merasa nggak cocok dengan jurusannya di SMA, biasanya memiliki pilihan untuk menyebrang ketika kuliah alias memilih jurusan yang sama sekali berbeda bidangnya dengan jurusannya di SMA. Misal nih, ketika SMA si Rini adalah siswa di jurusan IPA, namun Rini merasa nggak memiliki minat dengan pelajaran-pelajaran yang ada di dalamnya seperti Fisika, Kimia, ataupun Biologi. Rini lebih tertarik untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan humaniora seperti Sosiologi dan Ekonomi. Nah, ketika lulus dari SMA Rini bisa memilih untuk mengambil jurusan di bidang Sosial Humaniora seperti jurusan Ilmu Politik, misalkan.

 

Kenapa Pilih SMK?

SMK tuh belajarnya ngapain sih? Apa aja jurusan yang ada di SMK? Seru nggak sih menjadi siswa SMK?

Mungkin kalian pernah bertanya-tanya mengenai hal-hal di atas. Sebagai salah satu bentuk satuan pendidikan formal, topik mengenai SMK lagi sering banget nih diperbincangkan masyarakat. Lama dipandang sebelah mata akibat mandul prestasi, kini SMK mulai bangkit dan unjuk gigi—membuktikan bahwa, nggak hanya mereka bisa berprestasi layaknya siswa SMA, tapi juga siap menjadi SDM yang terampil di dunia kerja.

Nah, seperti yang kita tahu, SMK biasanya terdiri dari jurusan-jurusan yang mempelajari tentang hal-hal yang spesifik. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990, sesuai dengan bentuknya, sekolah menengah kejuruan menyelenggarakan program-program pendidikan yang disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan kerja.

Merujuk pada surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4678/D/Kep/MK/2016 tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan, bidang keahlian pada spektrum keahlian SMK tahun 2016 berjumlah 9 bidang.

1. Bidang Teknik dan Rekayasa

Bidang SMKyang satu ini memiliki kompetensi keahlian atau jurusan yang paling banyak. Cakupannya cukup luas mulai dari teknik manufaktur hingga teknik otomotif dan bahkan pesawat udara. Bidang SMK ini mencakup 12 program keahlian yang masing-masing terdiri dari beberapa jurusan atau kompetensi keahlian sebagai berikut:

Program-program keahlian tersebut adalah:

  • Konstruksi dan Properti

    • Gedung, Sanitasi, dan Perawatan

    • Konstruksi Jalan, Irigasi, dan Jembatan

    • Bisnis Konstruksi dan Properti

    • Desain Pemodelan 

  • Geomatika dan Geospasial

    • Teknik Geomatika

    • Informasi Geospasial 

  • Teknik Ketenagalistrikan

    • Teknik Pembangkit Tenaga Listrik

    • Teknik Jaringan Tenaga Listrik

    • Teknik Instalasi Tenaga Listrik

    • Teknik Otomasi Industri

    • Teknik Pendingin dan Tata Udara 

  • Teknologi Pesawat Udara

    • Airframe Power Plant

    • Aircraft Machining

    • Aircraft Sheet Metal Forming

    • Airframe Mechanic

    • Aircraft Electricity

    • Aviation Electronics

    • Electrical Avionics 

  • Teknik Grafika

    • Desain Grafika

    • Produksi Grafika

  • Teknik Instrumentasi Industri

    • Teknik Instrumentasi Logam

    • Instrumentasi dan Otomatisasi Proses 

  • Teknik Industri

    • Teknik Pengendalian

    • Teknik Tata Kelola Logistik 

  • Teknik Kimia

    • Analisis Pengujian Laboratorium

    • Kimia Industri

    • Kimia Analisis

    • Kimia Tekstil 

  • Teknologi Tekstil

    • Pemintalan Serat Buatan

    • Pembuatan Benang

    • Pembuatan Kain

    • Penyempurnaan Tekstil

  • Teknik Otomotif

    • Kendaraan Ringan Otomotif

    • Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

    • Teknik Alat Berat

    • Teknik Bodi Otomotif

    • Teknik Ototronik

    • Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif

    • Otomotif Data dan Konversi Energi 

  • Teknik Perkapalan

    • Konstruksi Kapal Baja

    • Konstruksi Kapal Non-Baja

    • Teknik Pemesinan Kapal

    • Teknik Pengelasan Kapal

    • Teknik Kelistrikan Kapal

    • Desain dan Rancang Bangun Kapal

    • Interior Kapal 

  • Teknik Elektronika

    • Teknik Audio Video

    • Teknik Elektronika Industri

    • Teknik Mekatronika

    • Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi

    • Instrumentasi Medik

 

2. Energi dan Pertambangan

Energi dan pertambangan sendiri merupakan sebuah bidang yang menaungi program-program keahlian dengan ilmu yang menitikberatkan pada penggunaan energi dan pemanfaatan sumber daya tambang. Potensi yang besar atas sumber daya alam satu ini membuat pendidikan kejuruan pun turut berkontribusi dalam menghasilkan tenaga profesional di bidang energi dan pertambangan.

Program-program dan jurusan yang ada di program ini tadinya merupakan bagian dari bidang keahlian teknik dan rekayasa. Tapi, semenjak dikeluarkannya spektrum bidang keahlian Sekolah Menengah Kejuruan 2016 oleh Kemendikbud, program-program keahlian tersebut diipisahkan dari bidang teknologi dan rekayasa untuk selanjutnya disatukan kembali dalam bidang energi dan pertambangan.

Jurusan-jurusan yang ada di dalam bidang SMK ini adalah:

  • Teknik Perminyakan

    • Produksi Minyak dan Gas

    • Pemboran Minyak dan Gas

    • Pengolahan Minyak, Gas, dan Petrokimia

  • Geologi Pertambangan

    • Geologi Pertambangan

  • Energi Terbarukan

    • Teknik Energi Biomassa

    • Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin

 

3. Kesehatan dan Pekerjaan Sosial

Kini, untuk jenjang SMK sendiri, bidang kesehatan telah bergabung dengan bidang pekerjaan sosial. Karena, seiring perkembangan zaman, kesadaran akan tenaga pelayanan sosial untuk melengkapi layanan kesehatan semakin penting karena tidak melulu aspek fisik dan biologis yang harus diperhatikan dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan, namun juga aspek sosial dan psikologisnya.

Bidang SMK Kesehatan dan Pekerjaan Sosial membawahi jurusan-jurusan berikut:

  • Keperawatan

    • Asisten Keperawatan

  • Kesehatan Gigi

    • Dental Asisten

  • Teknologi Laboratorium Medik

    • Teknologi Laboratorium Medik

  • Farmasi

    • Farmasi Klinis dan Komunitas

    • Farmasi Industri

  • Pekerjaan Sosial

    • Social Care (Keperawatan Sosial)

    • Caregiver

 

4. Agribisnis dan Agroteknologi

Studi bidang agrobisnis dan argoteknologi bisa kamu ambil dari SMK, lho. Bidang ini meliputi peternakan, perikanan dan kehutanan, termasuk yang berkaitan dengan bisnis dan teknologinya. Simak penelusuran Youthmanual mengenai bidang agrobisnis dan agroteknologi, beserta peluang kerja dan program studi di perguruan tinggi yang sejalan. Siapa tahu, kamu berminat masuk kejuruan (SMK) di biang ini.

Jurusan-jurusan yang ada di bidang SMK yang satu ini adalah:

  • Agribisnis Produksi Tanaman

    • Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura

    • Agribisnis Tanaman Perkebunan

    • Agribisnis Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman

    • Lanskap dan Pertamanan

    • Produksi dan Pengelolaan Perkebunan

    • Agribisnis Organik Ekologi

  • Agribisnis Produksi Ternak

    • Agribisnis Ternak Ruminansia

    • Agribisnis Ternak Unggas

    • Industri Petenakan

  • Kesehatan Hewan

    • Keperawatan Hewan

    • Kesehatan dan Reproduksi Hewan

  • Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.

    • Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian

    • Pengawasan Mutu Hasil Pertanian

    • Agroindustri

  • Teknik Pertanian.

    • Alat Mesin Pertanian

    • Otomatisasi Pertanian

  • Kehutanan

    • Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan

    • Teknik Konservasi Sumberdaya Hutan

    • Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan

    • Teknik Produksi Hasil Hutan

 

5. Teknologi Informasi dan Komunikasi

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar untuk dunia. Salah satu dampaknya adalah “revolusi” sektor industri dan lapangan pekerjaan. Ada profesi dan usaha yang jadi langka bahkan hilang lantaran teknologi informasi dan komunikasi. Sebaliknya, muncul berbagai pekerjaan baru, yang bahkan belum ada 10-15 tahun yang lalu.

Teknologi dan Informatika sebagai salah satu bidang di SMK memiliki 2 program keahlian dengan rincian kompetensi keahlian/jurusan sebagai berikut:

  • Teknik Komputer dan Informatika

    • Rekayasa Perangkat Lunak

    • Teknik Komputer dan Jaringan

    • Multimedia

    • Sistem Informatika, Jaringan, dan Aplikasi

  • Teknik Telekomunikasi

    • Teknik Transmisi Telekomunikasi

    • Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi

 

6. Kemaritiman

Kemaritiman dapat diartikan sebagai aktivitas yang menyangkut interaksi manusia dengan perairan. Pada dasarnya bidang keahlian kemaritiman mencakup dua hal utama, yakni perikanan dan pelayaran.

Sebagai negara yang dua pertiga wilayahnya adalah perairan, Indonesia memiliki potensi maritim yang besar banget. Yup, negara kita memiliki biota laut yang kaya dan indah, serta perairan yang luas dan strategis. Nggak heran kalau kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK bidang kemaritiman adalah yang terbesar yaitu sebesar 3 juta orang. Ironisnya, lulusan SMK kemaritiman termasuk sedikit, cuma sekitar 17 ribuan di tahun 2016 lalu, gaes!

Bidang keahlian Kemaritiman di SMK memiliki total 10 jurusan/kompetensi keahlian yang dibagi ke dalam 4 program keahlian sebagai berikut:

  • Pelayaran Kapal Penangkap Ikan

    • Nautika Kapal Penangkap Ikan

    • Teknika Kapal Penangkap Ikan

  • Pelayaran Kapal Niaga

    • Nautika Kapal Niaga

    • Teknika Kapal Niaga

  • Perikanan

    • Agribisnis Perikanan Air Tawar

    • Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut

    • Agribisnis Ikan Hias

    • Agribisnis Rumput Laut

    • Industri Perikanan Laut

  • Pengolahan Hasil Perikanan

    • Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan

 

7. Bisnis dan Manajemen

Bidang bisnis & manajemen adalah salah satu bidang jurusan terfavorit di kalangan para pelajar SMP yang ingin melanjutkan ke SMK. Karena prinsip bisnis ekonomi nggak akan pernah lepas dari kehidupan sehari-hari, penerapan bidang ini tentu juga akan selalu digunakan dan dibutuhkan dalam setiap aspek dan industri tanpa terkecuali.

Seiring berkembangnya zaman, jurusan yang dipayungi oleh bidang ini kini nggak cuma mempelajari Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi aja, lho, gaes. Pilihan jurusan di SMK juga semakin beragam. Belum lagi peran teknologi serta pergeseran kebutuhan masyarakat di era digital ini.

Jurusan yang bisa kamu pilih di Bidang SMK Bisnis dan Manajemen adalah:

  • Bisnis dan Pemasaran

    • Bisnis Daring dan Pemasaran

  • Manajemen Perkantoran

    • Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

  • Akuntansi dan Keuangan

    • Akuntansi dan Keuangan Lembaga

    • Perbankan dan Keuangan Mikro

    • Perbankan Syariah

 

8. Pariwisata

Bidang pariwisata merupakan bidang kedua dengan peminat terbanyak di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kurang lebih 83.000 siswa lulus setiap tahun dari berbagai jurusan yang digawangi oleh bidang ini. Perspektif bersenang-senang dan berwisata, menjadikan bidang ini laris manis di kalangan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMK. Selain itu, banyaknya SMK pariwisata berkualitas juga menjadi alasan mudahnya memilih sekolah dan mengakses pendidikan pariwisata.

Jurusan yang bisa kamu pilih di bidang SMK ini adalah:

Bidang pariwisata pada SMK mencakup empat program keahlian dengan delapan jurusan, yaitu:

  • Perhotelan dan Jasa Pariwisata

    • Usaha Perjalana Wisata

    • Perhotelan

    • Wisata Bahari

    • Ekowisata

  • Kuliner

    • Tata Boga

  • Tata Kecantikan

    • Tata Kecantikan Kulit dan Rambut

    • Spa dan Beuaty Therapy

  • Tata Busana

    • Tata Busana

    • Desain Fesyen

 

9. Seni dan Industri Kreatif

Seperti bidang lainnya, berbagai program studi di bidang seni kini sudah banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan dunia digital. Kegunaan ilmu seni pun nggak sebatas pemenuhan nilai estetika. Banyak jurusan bidang seni yang beririsan dengan bidang lain seperti komunikasi, ekonomi, hingga teknik, serta memiliki prospek karier yang nggak kalah oke di masa depan.

Program keahlian dan jurusan yang ada di bidang ini adalah:

  • Seni Rupa

    • Seni Lukis

    • Seni Patung

    • Desain Komunikasi Visual

    • Desain Interior

    • Teknik Furnitur

    • Animasi

  • Desain dan Produk Kreatif Kriya

    • Kriya Kreatif Batik dan Tekstil

    • Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi

    • Kriya Kreatif Keramik

    • Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan

    • Kriya Kreatif Kayu dan Rotan

  • Seni Musik

    • Seni Musik Klasik

    • Seni Musik Populer

  • Seni Tari

    • Seni Tari

    • Penataan Tari

  • Seni Karawitan

    • Seni Karawitan

    • Penataan Karawitan

  • Seni Pedalangan

    • Seni Pedalangan

  • Seni Teater

    • Pemeranan

    • Tata Artistik Teater

  • Seni Broadcasting dan Film

    • Produksi dan Siaran Program Radio

    • Produksi dan Siaran Program Televisi

    • Produksi FIlm dan Program Televisi

Tertarik untuk memilih masuk SMK? Pastikan dulu kamu memperhatikan poin-poin berikut sebelum memutuskan untuk mendaftar di SMK pilihanmu!

Sesuaikan pilihan kompetensi keahlian dengan minat dan kemampuan kamu. Ada baiknya kamu menentukan kompetensi keahlian yang akan dituju terlebih dahulu, baru menentukan sekolah pilihan. Karena ilmu yang dipelajari akan sangat spesifik, sayang banget kalau kamu nanti ‘salah jurusan’ hanya karena mengejar masuk ke SMK tertentu tanpa memikirkan kompetensi keahlian yang sesuai.

Nggak seperti di SMA, beberapa jurusan yang ada di SMK memiliki masa studi 4 tahun. Ini berarti kamu harus siap bersekolah lebih lama daripada teman-teman seumuran kamu. Tapi, jangan khawatir. Masa studi 4 tahun ini pastinya juga memberikan kamu keunggulan tersendiri, seperti meningkatnya skill-skill spesifik yang bisa langsung kamu terapkan di dunia kerja.

Ngomong-ngomong dunia kerja, lulusan SMK memang dipersiapkan untuk langsung terjun ke industri lho selepas mereka menyelesaikan masa pendidikannya. Jadi, kalau kamu memiliki keinginan untuk langsung kerja setelah menyelesaikan sekolah menengah tingkat atas, mungkin SMK bisa jadi pilihan yang tepat.

Bagaimana dengan anak SMK yang ingin lanjut kuliah? Bisa juga! Kamu bisa baca lebih lengkap mengenai panduan masuk perguruan tinggi untuk anak SMK di sini.

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©