Menu

Jangan Sepelekan Mata Pelajaran Muatan Lokal, Ya!

Mata pelajaran muatan lokal (mulok) adalah mata pelajaran tambahan yang wajib diikutsertakan dalam kurikulum pembelajaran di seluruh sekolah yang ada di Indonesia.

Biasanya, sih, mulok disesuaikan dengan sumber daya, budaya, atau potensi yang ada di daerah dimana sekolah kamu berada. Jadi, di tiap provinsi atau bahkan di tiap kota, mulok yang kamu dapatkan bisa jadi berbeda-beda.

Karena bukan termasuk mata pelajaran pokok, mulok nggak bertujuan untuk memberatkan siswa. Akibatnya, nggak jarang ada siswa yang menganggap mata pelajaran ini nggak begitu penting, bahkan cenderung mengabaikannya. Soalnya, belajar matematika atau ekonomi dianggap jauh lebih penting, sob!

Padahal, dibalik sifatnya yang “cuma sekadar tambahan”, mempelajari mulok bakal memberikan kamu banyak faedah yang nggak bisa kamu dapatkan dari mempelajari mata pelajaran pokok aja. Makanya, kalau kamu nggak menyepelekan mata pelajaran ini, kamu bisa...

1. Memperkaya wawasan multikultural

1

Siapa bilang wawasan multikultural cuma bisa didapat kalau jalan-jalan ke luar negeri aja? Lewat mulok, kamu juga bisa mendapatkan pelajaran berharga ini—bahkan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Karena muatan lokal selalu berbeda di setiap wilayah, kamu bisa mendapatkan wawasan multikultural lokal baik dari segi keseluruhan budaya atau bahasa. Apalagi buat kamu yang pernah pindah sekolah ke kota yang berbeda, kamu bisa dapetin makin banyak wawasan multikutural dari mulok yang kamu pelajari di tiap wilayahnya. Beruntung banget!

2. Menggali potensi terpendam

2

Eniwei, mulok nggak melulu soal pelajaran bahasa dan budaya, kok. Ada juga mulok yang berkaitan dengan bidang yang lebih praktikal, seperti seni keterampilan. Dan kamu bisa aja menemukan minat, bakat, bahkan potensi terpendam kamu dengan mempelajari mata pelajaran tersebut. Dan pastinya hal ini bisa kamu jadikan acuan untuk merancang masa depan kamu.

Misalnya, sekolah kamu menawarkan muatan lokal fotografi dan tata boga. Setelah mengikuti mulok tersebut, kamu bisa mengetahui kalau kamu ternyata punya “mata seniman” dan berbakat dalam menghias makanan. Hal-hal seperti ini jarang bisa kamu dapatkan ketika mempelajari mata pelajaran pokok, kan?

3. Menjajal peluang karier di bidang yang lebih luas

3

Mungkin awalnya kamu nggak bakal kepikiran, tapi ternyata dengan mempelajari mulok bisa ngebantu kamu yang masih galau soal jurusan dan karier, lho.

Ketika kamu terlalu terpaku dengan jurusan dan karier yang berkaitan dengan mata pelajaran pokok, kamu melupakan banyak sekali pilihan dan kesempatan yang ditawarkan oleh ranah muatan lokal.

Sebagai contoh, jika kamu berminat mendalami mulok bahasa dan budaya, kamu bisa aja ambil jurusan sastra atau antropologi budaya. Prospek kariernya pun nggak kalah kece dari profesi-profesi konvensional. Sebagai seorang sastrawan dan pengamat budaya, kamu bisa aja menciptakan karya yang mendunia atau bahkan keliling dunia untuk memperkenalkan budaya kita!

4. Memperbesar peluang mengkuti SNMPTN

4

Eits, jangan disalah artikan sebagai memperbesar peluang lulus SNMPTN, lho, ya.

Nggak seperti tahun 2015, SNMPTN 2016 kemarin kembali memberlakukan kuota pendaftar SNMPTN dari tiap sekolah. Meskipun belum pasti, bukan nggak mungkin untuk kedepannya kebijakan kuota ini terus berlangsung. Dan kuota tersebut membatasi 10-75% siswa terbaik dari suatu sekolah, tergantung akreditasi yang dimiliki.

Pihak sekolah menentukan porsi “siswa-siswi terbaik”-nya dari performa raport. Agar mencapai standar rata-rata yang ditetapkan, tentu kamu harus memiliki nilai ciamik di segala aspek, dan bisa mendapatkan nilai yang baik di muatan lokal tentunya bisa mendongkrak nilai rata-rata (in case ada temen kamu yang punya grafik nilai mata pelajaran pokok yang sama), dan memperbesar peluang kamu untuk mendapatkan jatah kuota pendaftaran SNMPTN.

***

Gimana? Masih berpikiran kalau mata pelajaran muatan lokal itu sepele dan nggak penting?

(sumber gambar: sman1kotatangsel.com, xpresi.co, stpbali.ac.id, wordpress.com okezone.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©