Menu

5 Trik Gampang Untuk Lebih Berhemat di Mall

Youthmanual yakin, kamu pasti sering nongkrong di mall, terutama saat akhir pekan. Youthmanual juga yakin, kamu pun sebenarnya sadar bahwa mall itu bisa jadi “mesin penyedot uang” yang ber-ba-ha-ya!

Gara-gara mall, pengeluaran akhir pekan memang bisa jadi lebih menakutkan daripada pengeluaran hari biasa. Apalagi kalau kamu nongkrong di mall hampir tiap hari!

Tapi apakah berarti kita nggak boleh main ke mall? Boleh, dong. Cuma, ada beberapa taktik yang mungkin bisa kamu praktekkan, supaya lumayan menghemeat pengeluaranmu. Yuk, coba!

1. Makanan

Makan-makan “mewah” saat nge-mall boleh, kok. Tetapi coba batasi saat ada perayaan aja, deh. Misalnya, saat berulangtahun, baru terima gaji pertama, atau lulus kuliah, misalnya. Selebihnya, saat mau makan di mall, coba tantang diri sendiri untuk ke food court, lalu cari makanan yang total harganya di bawah 50 ribu rupiah per orang.

Lebih baik lagi, sebelum nge-mall coba makan dulu di rumah, supaya di mall nggak perlu makan besar, apalagi sampai kalap.

2. Nonton

Tiket nonton biasanya lebih murah di hari Senin-Kamis, dan lebih mahal di hari Jumat-Sabtu-Minggu. Jadi kalau mau nonton, nggak harus di akhir pekan, lho. Atau, kalau kamu punya kartu debit, biasanya mereka memberikan poin. Nah, coba beli tiket bioskop dari hasil poin kartu debit tersebut.

3. Jajan saat nonton

Nonton memang kurang asyik kalau nggak ngemil. Masalahnya, jajanan di bioskop biasanya mahal! Solusi yang “legal” adalah: nontonlah setelah makan besar, sehingga kamu nggak terlalu tergoda untuk beli snack ini-itu. Kalau kamu kepengen banget beli snack, cek paket dan ukurannya. Misalnya, kamu nggak perlu beli popcorn ukuran jumbo, atau paket kentang lengkap dengan soft drink, kalau kamu memang hanya mau minum teh kemasan.

Solusi yang “ilegal” adalah: bawa snack sendiri dari rumah, atau beli di luar bioskop yang harganya lebih rumah. Simpan dalam tas, dan nikmati di dalam bioskop. Kenapa ini bilang solusi “illegal”? Karena kadang ada bioskop yang melarang penontonnya membawa snack yang tidak dibeli dari area bioskop.

4. Transportasi

Salah satu pengeluaran yang diam-diam menghanyutkan kalau kamu ke mall dengan kendaraan sendiri adalah… uang parkir! Ke mall ‘kan nggak seperti ke mini market. Masuk, trus lima menit sudah keluar lagi. Di mall, kamu bisa makan-makan, nonton bioskop, belanja (minimal, cuci mata), ngafe, trus baru pulang. Bisa-bisa kamu lima jam nongkrong di mall. Kalau bawa mobil, biaya parkirnya sudah 25 ribu, tuh!

Solusinya, kalau nggak mau bayar parkir, kamu bisa pulang-pergi ke mall naik taksi, taksi online, ojek, ojek online, atau kendaraan umum lainnya. Bonus nggak usah pusing cari parkir, sob!

5. Belanja

Kalau kamu memang perlu beli sesuatu di mall, tulis daftar belanjaan kamu secara spesifik sebelum berangkat, lalu ikuti daftar belanjaan kamu itu dengan disiplin. Jangan sampai niatnya cuma beli kaos kaki baru untuk olahraga, tau-tau jadi beli sepatu basketnya sekalian!

Lebih bagus lagi kalau kamu bisa beli barang kebutuhan kamu dengan harga diskon. Jadi nggak salahnya memantau musim diskon dari waktu ke waktu. Kamu bisa mengetahui info ini dari majalah, koran, situs khusus (seperti AdaDiskon dan KatalogPromosi), serta newsletter dari tiap marketplace/online shop yang kamu minati.

Kamu juga bisa cari voucher diskon seperti Groupon, aplikasi Snapcart yang memberi cashback dari brand tertentu, dan kode diskon berbagai online shop.

Ingat, jangan terbalik, sob! Jangan jadi mendadak belanja, hanya karena barangnya sedang diskon. Padahal barangnya nggak kamu butuhkan. Pokoknya, fokus cari barang yang kamu perlukan.

Selamat nge-mall!

(sumber gambar: metromad.blogspot.com, travellingyuk.com, anakjajan.com, abcnews.co.gom)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©