Menu

Cara Gampang Cari Uang, Kalau Kamu Mahasiswa Sibuk

Siapa yang suka punya uang saku tambahan? Pasti semua, dong. Masalahnya, nggak semua mahasiswa punya waktu untuk cari pekerjaan sampingan atau buka bisnis kecil-kecilan

Tapi jangan sedih, gaes. Kerja tetap (kantoran) atau buka bisnis kecil-kecilan bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan uang, kok. Berikut tips dari Stefanie O’Connel, ahli keuangan dan pengarang dari The Broke and Beautiful Life, agar kamu bisa mendapatkan uang jajan tambahan, tanpa mengganggu kesibukan harian kamu.

1. Cari uang tambahan dari tempat tongkrongan kamu

Nggak pernah punya waktu senggang di antara jam kuliah dan segudang aktivitas kamu? Coba lihat, apakah ada cara supaya kamu bisa menghasilkan sedikit uang di tempat “tongkrongan”.

Misalnya, kalau kamu les bahasa Inggris, coba tanya apakah kamu bisa bantu-bantu admin di sana, satu jam sebelum dan sesudah kamu les.

Atau kalau kamu ikut sebuah klub olahraga—misalnya, klub sepakbola, crossfit, atau softball—coba tanya, mau nggak mereka bayar kamu, kalau kamu rutin beres-beres dan membersihkan alat-alat di sana? Kuncinya adalah pintar cari peluang, dan BERANI bertanya serta bernegosiasi. Jangan takut diketawain, gaes!

Trus, kalau kamu sudah mendapatkan peluangnya, kamu memang harus rajin, ya.

2. Jadikan lemarimu sumber penghasilanmu

Kumpulkan barang-barang yang sudah nggak kamu pakai lagi—baju, aksesoris, tas, buku—dan jual semuanya. Sekarang ada banyak banget, lho, akun medsos dan online market yang mau menampung barang secondhand kamu. Perhatikan kalau ada akun medsos atau online market yang meminta komisi dari penjualan kamu, ya. Kalau nggak yakin, coba diskusikan dengan orangtua atau kakak.

Kamu juga bisa buat akun medsosmu sendiri (atau bareng teman), khusus untuk jual barang-barang secondhand.

Pada dasarnya, barang apapun yang kondisinya masih bagus bisa kamu jual kembali. Pengalaman pribadi, nih. Beberapa bulan lalu, saya pernah beli satu set komik Jepang (15 judul) terkenal, keluaran tahun 90an dengan harga 500 ribuan. Lumayan banget ‘kan?

Kalau kamu nggak punya barang-barang bekas yang layak dijual kembali, coba tanya ke adik atau kakak kamu, mau nggak barang-barang mereka kamu bereskan? Syaratnya, barang-barang yang nggak mau mereka pakai lagi, boleh buat kamu (untuk dijual).

3. Sewakan apa yang kamu punya

Kalau di rumah kamu ada sepeda, kamera, stroller (kereta dorong bayi), atau perkakas apapun yang nganggur atau jarang dipakai, tanya orangtua kamu, boleh disewakan nggak? Kalau boleh, sebarkan infonya ke teman-teman kampus, lewat flyer atau medsos.

4. Manfaatkan waktu senggang di antara kesibukanmu

Selesai kuliah, daripada hanya duduk-duduk dan bermedsos ria sambil nunggu kegiatan kamu lainnya dimulai, manfaatin aja skill kamu. Misalkan kamu jago dalam satu mata pelajaran, tawarkan jasa tutor kepada teman atau junior yang merasa kesulitan.

Kamu bisa promosikan jasa kamu ini lewat dosen, lho. Misalnya, kamu bilang ke dosen mata kuliah yang kamu kuasai itu, bahwa kalau ada mahasiswa beliau yang kayaknya keteteran, kamu bisa bantu tutor dan minta beliau mengumumkan jasa kamu itu. Namanya simbiosis mutualisme tuh, gaes.

5. Perhatikan apa yang sedang dibutuhkan—atau yang lagi ngetren—di lingkunganmu.

Waktu saya SMA dulu, di sekolah saya sempat ngetren gelang DIY yang dibuat dari sikat gigi warna-warni yang di upcycle. Waktu itu, gelang tersebut harus dibuat sendiri, karena nggak dijual dimana-mana. Akhirnya seorang teman saya membuka jasa membuatkan gelang ini. Hasilnya lumayan banget!

Saya juga punya teman yang menawarkan jasa editing vlog, membuat casing hape handmade custom, membuat brush lettering, bahkan menawarkan jasa fotografi untuk OOTD teman-temannya. Tuh, ada banyak sekali tren di sekitar kamu yang bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan uang jajan tambahan.

(sumber gambar: mathacademytutoring.com, utradetalk.com, komando.com, brit.co)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©