Menu

Cara Memberikan Kesan Pertama yang Baik Kepada Setiap Orang yang Kamu Temui

Memberikan kesan pertama yang baik adalah hal yang paling penting di setiap momen dalam hidup kamu, seperti kenalan dengan teman baru atau ketika kamu melakukan wawancara kerja. Kamu hanya punya satu kali kesempatan untuk memberikan kesan pertama, dan pastinya kamu harus bisa melakukan yang terbaik.

Akan tetapi, ternyata masih banyak yang menyalah artikan “kesan pertama yang baik” sebagai “harus memiliki penampilan yang super menarik”.

Sure, yang namanya kesan pertama pasti dimulai dari hal yang paling luar alias penampilan, yang paling mudah untuk dinilai dengan sekali lirik. Tapi, bukan berarti kamu yang nggak punya tampang dan berpakaian seperti model runway nggak bakal bisa memberikan kesan pertama yang baik, lho, ya.

So, gimanapun kondisi kamu, inilah cara-cara yang bisa kamu terapkan untuk memberikan kesan pertama yang baik kepada setiap orang yang kamu temui.

1. Kenakan apapun yang membuat kamu nyaman

1

Memberikan effort lebih pada penampilan kamu untuk meninggalkan kesan yang baik itu nggak apa apa banget. Tapi, kalau penampilan kamu terlalu high maintenance dan ujung-ujungnya bikin kamu ribet sendiri, yang ada malah bikin orang disekitar kamu risih dan jatohnya kamu jadi kelihatan trying too hard to impress people.

Padahal, cukup dengan berpenampilan “pantas”, kamu sudah bisa memberikan impresi yang baik, kok!

Berpenampilan “pantas” itu maksudnya gimana, sih? Maksudnya adalah dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi alias nggak saltum, dan nggak lupa untuk merawat diri kamu dengan cara yang paling dasar seperti mandi, cuci muka, dan menyisir rambut. Kalau kamu nyaman dengan diri sendiri, orang di sekitar kamu pun juga ikut merasa nyaman dengan kehadiran kamu.

2. Ketika ada kontak mata: senyum!

2

Tersenyum memang salah satu kunci utama untuk memberikan kesan baik kepada semua orang, tapi bukan berarti kemana-mana kamu harus nyengir 24/7 sampai gigi kamu kering, sob!

Menurut penelitian dari Princeton University, senyuman menandakan bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan diandalkan, dan orang-orang selalu melakukan snap judgement atau penilaian singkat mengenai apakah seseorang dapat dipercaya atau tidak hanya dengan melihat wajah orang tersebut selama 34 milidetik. That’s hella quick!

Makanya, nggak ada gunanya kalau kamu terus-terusan masang “senyum palsu” hanya demi meninggalkan kesan baik. Cukup pasang senyuman yang tulus dari hati ketika seseorang melakukan kontak mata dengan kamu, karena nggak butuh waktu lama untuk membuat mereka terkesan.

3. Bahas hal-hal yang menarik dan netral

3

Ketika mengobrol, topik obrolan kamu juga nggak harus berat. Bahasan-bahasan klise seperti cuaca pun nggak masalah, asal kamu selalu update soal berita cuaca terkini (atau apapun) agar pembicaraan kamu semakin menarik. Trus, jaga pembicaraan kamu untuk tetap netral. Kamu nggak akan memberikan kesan yang baik jika obrolan kamu berubah menjadi adu argumen, apalagi sampai berdebat sengit!

Dan kalau kamu ragu dan merasa nggak punya topik obrolan yang menarik, bahaslah apapun yang menyangkut makanan! Serius, deh, nggak bakal ada yang salah kalau kamu ngobrolin makanan—kecuali malah bikin kamu laper.

4. Ask more, say less

4

Mengobrol dan membuka diri memang hal yang baik buat kamu, tapi kamu nggak boleh lupa kalau obrolan yang baik selalu melibatkan dua sisi. Kamu nggak boleh egois dan terus-terusan berbicara tanpa memberikan lawan bicara kamu kesempatan untuk melakukan hal yang sama. Yang ada kamunya malah bikin dia bete, sih.

Lawan bicara kamu akan mengapresiasi sikap kamu yang proaktif, karena selain mampu menciptakan obrolan yang menarik, kamu juga dianggap nggak sok ramah dan basa-basi ketika kamu juga menaruh perhatian kepada apapun yang ingin mereka sampaikan. Ingat, jadi pendengar yang baik itu adalah skill paling kece yang bisa banget bikin orang di sekitar kamu terkesan!

(sumber gambar: medellinbuzz.com, tumblr.com, giphy.com, pandawhale.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©