Menu

Lima Tips Supaya Kamu Tetap Bisa Bertahan Beraktivitas Ketika Lagi Super Ngantuk

Kalau kamu pelajar, saya yakin banget, kamu pernah—atau sering?—mengalami yang namanya kurang tidur. Apapun penyebab kurang tidurnya, pokoknya pasti ada hari-hari dimana kamu rasanya kepengen bolak-balik cuci muka pakai kopi.

Kalau kamu lagi nggak sibuk, sih, santai. Tapi bagaimana kalau kamu lagi sibuk, atau sedang ada banyak tugas?

Kurang tidur bisa membuat beraktivitas normal terasa berat banget. Ngetik tugas satu halaman aja serasa manjat gunung Everest. Kita jadi susah memberikan performa yang baik. Alhasil, udah kurang tidur, nilai jeblok pula. ‘Kan pedih, ya, gaes.

Berikut lima tips untuk bertahan beraktivitas, walaupun kamu lagi ngantuk dan sudah loyo.

1. Jangan buru-buru bikin keputusan

Ketika kamu sedang berusaha untuk melek, pastinya otak kamu nggak bisa berfungsi dengan 100%.

Dengan demikian, ada baiknya kamu menahan diri membuat keputusan apapun, atau menahan diri membalas message apapun (chat, email, komen di medsos) selama beberapa menit. 

Misalnya, kamu ketua panitia sebuah acara di kampus atau sekolah kamu. Begitu baru sampai di kampus atau sekolah pagi-pagi—ketika kamu masih ngantuk—kamu langsung ditodong pertanyaan oleh anggota panitia yang lain, “Nanti kita jadinya mau ketemu pihak sponsor yang mana?” atau “Besok pagi kita jadi fundraising nggak? Izin belum turun, nih, kita harus gimana?”

Jangan panik dan langsung berusaha menjawab, sob. Tahan diri, lalu bilang, “Sebentar, nanti gue kabarin lagi.”

Lebih parah, kalau kamu menerima chat dari pacar kamu yang nadanya terkesan nyolot (padahal mungkin nggak), ketika kamu dalam keadaan ngantuk. Kalau chat-nya langsung kamu balas, bisa-bisa pecah perang dunia. Tahan dulu, sob!

Kenapa kamu harus menahan diri? Soalnya, ada kemungkinan bahwa apapun keputusan atau respon yang kamu tentukan langsung, nggak akan dipikirkan dengan matang. Ketika ngantuk kamu berkurang—dan otak kamu mulai jalan—bisa jadi kamu agak menyesal dengan keputusan atau respon yang kamu buat sebelumnya. 

Bahkan untuk hal-hal yang sangat kecil pun, beri dirimu 10 menit untuk memikirkannya dulu. Worth it, kok, untuk bersikap fleksibel, daripada kamu merespon dengan emosi atau melempar ide mentah dalam keadaan ngantuk. Nanti kamu sendiri yang nyesel.

2. Hati-hati saat chatting

Sebenarnya, entah lagi ngantuk atau nggak, yang namanya chatting atau instant messaging memang harus selalu dilakukan dengan hati-hati, sih. Pastikan kamu selalu ngecek, kamu kirim message kemana. Jangan sampai salah kirim, sob!

Namun “kecelakaan-kecelakaan” saat chatting atau instant messaging—seperti salah kirim, bikin typo yang fatal, atau membalas email dengan “forward” bukannya “reply”—jauh lebih mungkin terjadi ketika kamu lagi ngantuk. 

3. Selalu proofread, alias cek ulang, tulisan kamu

Masih menyangkut poin nomor dua, sebenarnya kamu jangan hanya hati-hati dengan chatting atau instant messaging, namun dengan segala kerjaan yang kamu buat dalam keadaan ngantuk. 

Karena mengantuk, kesalahan-kesalahan kecil jadi lebih sering terjadi, seperti typo atau salah ketik.

Kalau kamu cuma membuat 1-2 typo, okelah. Masih dimaafkan. Tapi kalau tugas paper kamu isinya typo semua, dosen atau guru kamu bisa ilfil!

Jadi luangkan, deh, lima menit untuk proofread alias mengecek ulang tulisan kamu, terutama untuk paper, makalah, draft skripsi, ujian tertulis, proposal, dan dokumen-dokumen lain yang sifatnya vital.

4. Utamakan pekerjan yang mudah. Jangan lakukan pekerjaan yang susah-susah dulu. 

Youthmanual selalu merekomendasikan kamu untuk mengerjakan pekerjaan yang sulit lebih dulu, baru mengerjakan pekerjaan yang mudah, utamanya di pagi hari. Misalnya seperti di metode Eat the Frog. Soalnya, pagi hari adalah situasi di mana kamu pasti merasa berenergi

Tetapi kalau kamu lagi kurang tidur, aturan ini harus diubah. Meskipun masih pagi, tunda dulu melakukan pekerjaan yang berat dan bisa bikin kepala kamu panas.

Strateginya, selesaikan dulu kerjaan printilan kamu di pagi hari. Lalu selipkan tidur siang sebentar, supaya kamu bisa bertenaga untuk mengerjakan tugas yang berat di sore atau malam hari. 

5. Ngobrol

Ketika kamu lagi capek, mungkin kamu cuma mau ngumpet di perpustakaan trus bobok di meja. Yang pasti, malas ketemu siapa-siapa.

Tetapi bersosialisasi dan ngobrol dengan teman-teman sebenarnya bisa membantu kamu melek, lho. Pasalnya, terlibat dalam percakapan akan memaksa otak kamu bekerja, karena kamu harus menyusun kalimat, mendengarkan lawan bicara, dan memberikan respon yang nyambung.

Maka dengan bersosialisasi, otak kamu terus bekerja dan bisa membantu kamu fokus menghadapi hari.

(sumber gambar: http://valleysleepcenter.com/, huffpost.com, rd.com, http://socialmeems.com/)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©