Menu

Profesiku: Management Trainee Program Manager, Aldi Ramadhika

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi Management Trainee Program Manager bersama Aldi Ramadhika!

Aldi Ramadhika, alias Aldi, adalah seorang Management Trainee Program Manager (bagian dari Manajer Sumber Daya Manusia‍ yang bertanggung jawab pada pelatihan karyawan baru) di sebuah perusahaan FMCG multinasional, Danone. Aldi memulai karirnya sebagai Management Trainee (MT) Human Resources di Danone Indonesia, sekitar empat tahun lalu, sebelum mencapai posisinya saat ini. Aldi adalah sarjana S1 lulusan Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Industri, angkatan 2007.

Profesiku:

“Saya adalah Management Trainee Program Manager, alias manajer dari program MT, di sebuah perusahaan FMCG multinasional, Danone.

Bagi yang belum tahu, Management Trainee alias MT adalah para talenta perusahaan yang disiapkan sejak dini untuk menempati posisi managerial di masa mendatang.”

Tugasku sehari-hari:

“Pekerjaan saya sehari-hari berkisar di manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya talent management MT. Jadi job desc saya adalah merekrut, mengembangkan, dan memonitor kinerja para MT.

Biar lebih jelas, saya bahas singkat job desc saya satu per satu, ya.

Pertama, merekrut. Kriteria kandidat MT adalah fresh graduates dengan prestasi akademik dan pengalaman leadership yang baik. Banyak hal yang saya lakukan untuk merekrut MT, mulai dari menjalin relasi dengan kampus-kampus, membuat campaign, berpartisipasi di career fair, hingga menyelenggarakan campus recruitment. Sebagai gambaran, di akhir tahun 2016 ini, saya akan merekrut 60 MT dari pendaftar yang jumlahnya melebihi 25,000.

Kedua, mengembangkan. Para MT ditargetkan untuk bisa mencapai posisi manajer dalam waktu 3-4 tahun. Dengan kata lain, bila seorang MT direkrut pada tahun 2016, maka di tahun 2019 dia ditargetkan sudah siap menduduki posisi manajer. Cepat, ya? Tugas saya adalah merancang program karir dan pelatihan MT agar mereka bisa mencapai target tersebut. Ibaratnya, saya seperti dekan yang merancang kurikulum untuk para mahasiswanya.

Ketiga, memonitor kinerja. Kerja para MT selalu di-review secara berkala, dan saya berpartisipasi dalam prosesnya. Saya dan tim HR juga berperan untuk melakukan konseling kepada para MT. Konseling ini nggak hanya untuk menindaklanjuti MT yang bermasalah, namun juga untuk menyalurkan aspirasi mereka. Misalnya, siapa tahu ada MT yang ingin pindah departemen kerja, minta training tertentu, atau hanya ingin curhat.”

Modal yang perlu dimiliki untuk pekerjaan ini:

"Secara teknis, kemampuan yang perlu dimiliki Management Trainee Program Manager adalah mengerti konsep manajemen SDM: rekrutmen, kompetensi, manajemen karir, dan manajemen kinerja.

Secara soft skill, kemampuan yang perlu dimiliki adalah kemampuan komunikasi dan adaptasi yang baik. Kenapa? Karena di profesi ini, kita berhubungan dengan beragam orang. Nggak hanya MT, namun juga para manajer senior hingga direktur dari berbagai departemen yang menjadi bos atau mentor mereka. Selain itu, saya juga berhubungan dengan pihak eksternal, seperti mahasiswa dan official kampus."

Hal-hal yang kamu sukai dari profesi ini:

"Hal yang saya senangi di pekerjaan ini adalah me-manage MT yang semuanya merupakan generasi millenial.

Generasi ini berbeda dengan pendahulunya. Mereka digital savvy, menyukai kepraktisan, berjiwa sosial, terbuka dengan perubahan, dan sebagainya. Tujuan kerja mereka bukan hanya untuk mendapatkan uang, namun juga mendapatkan ilmu budaya kerja, kecepatan karir, tantangan kerja, dan banyak lainnya. Di tahun 2025 nanti, hampir setengah tenaga kerja adalah generasi millenial. Artinya, saya belajar talent management masa depan mulai dari sekarang. Seru, kan?"

Tantangan dalam pekerjaan ini:

"Banyak! Misalnya, karena MT ini adalah talenta unggulan, mereka menjadi incaran perusahaan lain semenjak masa rekrutmen. Setelah direkrut sebagai MT pun, beberapa perusahaan masih mendekati mereka. Sehingga kalau mereka nggak happy di perusahaan kita, mereka bisa gampang resign.

Contoh tantangan lainnya, meskipun saya berusaha membantu para MT agar semuanya berhasil, ada kalanya saya harus memberhentikan mereka yang kinerjanya tidak baik. Hal ini nggak gampang, karena rasanya seperti men-dropout murid sendiri."

Tahap untuk mencapai posisi kamu yang sekarang:

"Untuk bisa sampai di posisi saya saat ini, idealnya dimulai dengan masuk ke departemen Human Resources (HR) dalam sebuah perusahaan.

Meskipun mayoritas praktisi HR berasal dari jurusan Psikologi, lulusan jurusan lain pun tetap berpeluang, kok. Saya sendiri sarjana teknik! Yang penting, kita punya passion di people development, dibuktikan dengan pengetahuan atau pengalaman terkait. Misalnya, dulu saat kuliah, saya sempat menjadi HR Manager di organisasi kampus, dimana saya bertanggungjawab untuk rekrutmen dan training."

Tips untuk anak-anak muda yang mau bekerja sebagai MT Program Manager:

"Pesan saya, bila kamu adalah mahasiswa dan tertarik berkarir di HR, mulailah mempelajari HR dan aktif sebagai HR di organisasi. Dan ingat, always love what you do!"

Baca juga:

(sumber gambar: dok. Pribadi)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©