Menu

Profesiku: Manajer Perencanaan dan Penjadwalan, Alex Bastian

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi Manajer Perencanaan dan Penjadwalan bersama Alex!

Alex Bastian adalah seorang  Planning & Scheduling Manager (Manajer Perencanaan dan Penjadwalan) di divisi Programming (Pengarah Program), di PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV). Alex merupakan sarjana S1 Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional, angkatan 1995, dan sudah bekerja di Trans TV selama 13 tahun, lho!

Profesiku:

"Planning & Scheduling Manager (Manajer Perencanaan dan Penjadwalan), divisi Programming, di PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)."

Tugas sehari-hariku:

"Pada intinya, divisi Programming itu berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengadaan program."

Deskripsi pekerjaan saya antara lain:

"- Menciptakan dan menjaga rencana program televisi tahunan

- Menciptakan berbagai perencaan program, untuk memenuhi kebutuhan sales dan pemasaran

Sebuah divisi Programming harus menyusun dan mengurutkan jadwal tayang program televisi tempat kita bekerja. Susuan programnya dibuat berdasarkan hasil riset kuantitatif (data Nielsen) dan kualitatif (FGD, penilaian kualitatif, dan sebagainya). Dari riset tersebut, kita bisa menilai, posisi sebuah program cocoknya di hari apa, jam berapa, dan sebagainya.

- Memantau performa program televisi, juga mengkoordinasi perbaikan program-program yang perlu “diperbaiki” dengan tim produksi in-house.

Divisi Programming memang harus memantau performa program televisi tempatnya bekerja, agar bisa memberikan saran atas perbaikannya. Atau kalau sudah nggak bisa diperbaiki, berarti program televisinya harus diganti. ‘Kan bisa aja minat masyarakat/penonton sudah berubah.

Kalau sudah begitu, artinya kita harus kontak para penyedia program—baik tim produksi in-house, atau tim produksi dari production house, yang menjual programnya ke kita—untuk dibuatkan program yang sesuai dengan tren yang sudah kita amati.

- Mengkoordinasi perkembangan berbagai program televisi dan strategi baru dengan produksi in-house, tim pemasaran & promosi

- Mengatur anggaran dan pemasaran program televisi dengan tim pemasaran & promosi, juga tim keuangan in-house.

- Memonitor inventaris dan penggunaan program, berdasarkan kebutuhan penjadwalan

- Mengatur akuisisi program. Sebuah televisi memang kadang harus mengakuisisi alias membeli program dari luar, karena stok program televisi datangnya dari produksi in-house, ataupun hasil pembelian.

- Tugas saya termasuk mengembangkan dan menjaga komunikasi dengan penyedia program, lokal maupun luar negeri, juga mengulas proposal dari mereka untuk mengakuisisi format atau konten untuk mencocokannya dengan kebutuhan programming sekarang dan kebutuhan yang akan depan.

- Menjaga jadwal untuk slot harian film mancanegara, menciptakan programming film khusus untuk acara-acara khusus, hari besar nasional, juga untuk kebutuhan sales dan pemasaran.

Kadang program juga harus diganti, tapi cuma sementara. Misalnya, kalau lagi musim liburan, atau kalau lagi Ramadan. Jadi, misalnya, program televisi regular diganti dengan program religi.

Oya, Ramadan ini contoh momen unik, lho. Bukan hanya karena kita harus menyiapkan program-program bertema Ramadan, tetapi juga karena “jam ramai” televisi jadi berubah, misalnya ,di jam Maghrib dan jam dua pagi menjelang sahur.

... dan banyak lainnya."

Modal yang perlu dimiliki untuk pekerjaan ini:

"Kemampuan menafsirkan data (yang mayoritas adalah statistik), pengetahuan penyiaran (khususnya komunikasi), kreativitas, bekerja dengan spreadsheet, dan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Tangga karier yang ditempuh untuk mencapai posisi sekarang:

Dulu saya mengawali karir sebagai pembuat subtitle (teks terjemahan), trus jadi production assistant. Lalu mulai jadi scheduler staff, asisten manajer, dan sekarang manajer. Industri televisi memang sefleksibel itu, sih."

Hal-hal yang disukai dari profesi ini?

"Bidangnya “luwes” sih. Melibatkan banyak hal, seperti analisa data, tetapi juga memerlukan kemampuan kreativitas. Jadi selalu dinamis."

Tantangan dari profesi ini?

"Profesi ini seperti pisau bermata dua. Karena terlalu fleksibel, jadinya kita harus selalu jeli dan teliti mengantisipasi apa yang dilakukan kompetitor, serta jeli mengantisipasi perkembangan zaman. Apalagi industri TV gratis—bukan yang berbayar seperti Netflix—sekarang adalah "sunset industry", alias industri yang mulai tenggelam. Penonton TV berkurang, bukan hanya karena TV berbayar, tapi karena orang-orang memang semakin jarang nonton TV.

Intinya, programming harus keep up sama kompetisi, juga perkembangan di masyarakat. Sebagai contoh, karena minat menonton TV (terrestrial) berkurang, kita harus mengantisipasinya dengan berkoordinasi dengan bagian humas, misalnya, agar mereka menggerakkan sosial media untuk promosi acara TV."

Tips untuk anak-anak muda yang mau bekerja di profesi kamu?

"Harus sabar dan teliti, nggak keberatan membaca (dan menafsirkan) angka, suka nonton acara TV dari luar maupun dalam negeri, suka mengikuti tren yang berkembang di masyarakat (jadi suka memantau sosial media), rela mengorbankan selera pribadi demi selera khalayak ramai, dan jangan multi-tasking kalau kemampuan konsentrasi kamu masih masih nanggung-nanggung."

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©