Menu

Belajar dari Film Eddie The Eagle: Prestasi, Medali, dan Angka, Bukan Segalanya

Salah satu film yang saya tonton tahun ini adalah Eddie The Eagle (2016). Film ini diangkat dari kisah nyata seorang Atlet‍ asal Inggris,  Eddie Edwards alias Eddie.

Sejak kecil, Eddie bermimpi pengen jadi atlet Olimpiade. Ia pun mempersiapkan dirinya dengan berlatih sendiri, tapi nggak menunjukkan kemajuan yang berarti. FYI, pas kecil ia malah sangat lemah, hingga kakinya harus menggunakan alat bantu.

Eddie pun sedikit “menggeser” mimpinya, yaitu ikutan Olimpiade musim dingin. Ia getol berltih dan ikutan berbagai kompetisi ski, hingga akhirnya masuk dalam tahap seleksi atlet olimpiade. Sayang, namanya segera dicoret. Soalnya, Eddie yang kelihatan canggung dan konyol dianggap nggak punya kualitas seorang atlet.

Pantang menyerah, Eddie mencari jalan buat ikutan Olimpiade dari cabang olahraga Ski Jumping. Kebetulan Inggris nggak punya atlet di cabang itu. Bahkan, atlet Ski Jumping terakhir Inggris adalah di tahun 1929!

eddie the eagle

Walau masih pemula, Eddie berhasil mewakili Inggris di Olimpiade musim dingin. Apakah dia berhasil membawa medali? Atau malah menciptakan rekor sensasional. Nope! Di Olimpiade, Eddie justru berada di posisi paling buncit.

Trus kenapa si Eddie sampai difilmin dan dibahas segala? Karena walau minim prestasi dari segi angka dan medali, namun Eddie memberi inspirasi yang besar. Yaitu:

1. Nggak menyerah walau semua orang bilang dia nggak bisa

Pelatih, asosiasi olahraga, rekan atlet, ayahnya, bahkan dokter yang merawat Eddie ketika kecil beranggapan bahwa ia nggak bakal berhasil di bidang olahraga. "Vonis" yang diterimanya ini justru makin membulatkan tekad Eddie untuk membuktikan bahwa  ia bisa, dan anggapan mereka semua salah.

2. Menunjukkan kalau bakat dan kemampuan fisik “tidak ada”

Secara fisik dan bakat dalam bidang olahraga, Eddie tergolong “lemah”. Ia bisa menjadi atlet karena keinginan yang kuat dan latihan yang gigih.

3. Saat satu pintu tertutup, cari pintu lain, jendela, atau apapun yang bisa membuatmu berhasil keluar

Nggak punya kans di Olimpiade musim panas? Eddie beralih menekuni bidang Ski untuk Olimpiade musim dingin. Saat mentok, dia pun mencari ide lain: Ski Jumping.

Ditolak oleh asosiasi olahraga Inggris juga nggak bikin Eddie mentok. Ia berusaha keras mengikuti berbgai seleksi untuk bisa mencapai goal-nya: menjadi atlet Olimpiade. Dia nggak berhenti berusaha menggapai impiannya.

4. Berpikir kreatif dan jadilah beda dari yang lain

Eddie berhasil stand out karena nggak ada atlet Inggris lain yang menekuni Sky Jumping. Bahkan atlet Sky Jumping terakhir di Inggris adalah di tahun 1929, atau sekitar 60 tahun sebelum akhirnya Eddie ikutan Olimpiade. Wow!

Ia berani menjadi beda dan menyadari peluang yang dimilikinya. Eddie juga berani memulai segala sesuatunya sendiri, dan menjadi pioneer.

5. Tetap percaya diri walau menjadi underdog.

Diremehkan, dicela, serta diejek, tentu merupakan pengalaman yang nggak menyenangkan bagi Eddie. Tapi ia tetap semangat dan nggak jadi down.

6. Melawan segala stereotipe

Dianggap bukan "material seorang atlet" juga nggak membuat Eddie mundur atau berubah jadi orang lain. Ia tetap menjadi dirinya sendiri,dan mematahkan stereotipe tersebut.

7. Memiliki passion terhadap bidang yang ditekuni.

Tahu nggak sih, walaupun Eddie nggak menang, tapi dia ngetop banget di olimpiade 1988? Kenapa?

Karena terlihat bahwa Eddie selalu melakukan yang terbaik. Ia pun sangat bersemangat mengikuti olimpide dan mencintai ski jumping. Julukan "The Eagle" diperoleh Eddie karena selain gaya melompatnya yang agak "aneh", juga karena aksi serunya yan bergaya kayak burung elang setiap kali selesai melompat. Soalnya dia happy banget bisa ikut olimpiade dan mencatat rekor pribadi.

Bahkan sempat disebut bahwa Eddie "The Eagle" mewakili semangat olimpiade yang sesungguhnya.

The real Eddie Edwards, yang sempat dipandang sebelah mata tapi kini jadi legenda.

(sumber gambar: redbbulletin.com, empireonline.com, bbc,com, theguardian/rex features)

 

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©