Menu

Sekolah Menengah Kejuruan 101

Panduan ini akan memberikan informasi lengkap seputar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai dari bidang dan jurusan yang ada di dalamnya, persiapan kuliah untuk anak SMK, hingga apa yang harus dilakukan bagi lulusan SMK yang ingin terjun langsung di dunia kerja.

Kita paham banget kok kalau anak SMK nggak semuanya memiliki keinginan untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah mereka menyelesaikan pendidikan kejuruannya. Masuk ke perguruan tinggi masih menjadi pilihan sebagian lulusan SMK. Alasannya bermacam-macam, mulai dari karena ingin mendalami ilmu yang dipelajari di SMK, mempelajari bidang ilmu lain yang justru nggak dipelajari di SMK, sampai untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja akan tenaga kerja yang memiliki gelar sarjana—karena nggak bisa dipungkiri, kalau masih ada gap yang cukup jauh antara ilmu yang dipelajari di SMK dengan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Bagi sebagian anak SMK, melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mungkin tampak sebagai sebuah impian yang terlalu muluk untuk dicapai. Gimana nggak, selain kurikulum SMK yang memang nggak menyiapkan lulusannya untuk masuk ke perguruan tinggi, anak SMK juga harus bersaing head-to-head dengan anak SMA yang sudah mempersiapkan dirinya untuk ujian masuk perguruan tinggi sejak mereka berada di kelas satu. Maka itu, banyak anak SMK yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, lebih memilih untuk masuk ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Padahal, anak SMK juga memiliki peluang lho untuk masuk ke PTN. Bahkan, menurut mantan Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, M.S., siswa SMK punya peluang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN yang sama dengan siswa SMA.

Terus, apa aja nih yang harus dipersiapkan anak SMK untuk masuk ke perguruan tinggi?

 

Serba-Serbi Memilih Kampus dan Jurusan Untuk Anak SMK

As we all know, SMK—alias Sekolah Menengah Kejuruan—adalah salah satu jenjang pendidikan menengah yang menyiapkan siswanya untuk langsung bekerja setelah lulus. Tapi ketika ada kesempatan untuk melanjutkan kuliah, tentu aja kita nggak mau melewatkan hal tersebut.

Tapi, terkadang ketika harus menentukan jurusan kuliah yang akan diambil, banyak anak SMK yang merasa bingung apakah mereka harus mengambil jurusan kuliah yang sejalan dengan jurusannya di SMK atau terjun ke sebuah bidang studi yang benar-benar baru. Untuk menjawab kegalauan ini, kamu tentunya harus mengetahui terlebih dulu, apakah jurusanmu di SMK sudah sesuai dengan minat dan kemampuanmu atau belum.

JIka kamu merasa jurusanmu di SMK nggak sesuai dengan minat dan kemampuanmu, jangan memaksakan diri untuk memilih jurusan kuliah yang sejalan dengan jurusan SMK. Memang, sih, hal ini akan memunculkan pemikiran: “Tapi ‘kan sayang tiga tahun sudah berjuang di jurusan SMK, masa tiba-tiba pindah haluan?”

Percaya, deh, meskipun kamu mengambil jurusan yang berbeda nanti di bangku kuliah, tapi apa yang kamu pelajari di SMK pastinya nggak akan terbuang percuma, kok. Lagipula, memangnya kamu mau, menjalani empat tahun kuliah di jurusan yang sama cuma karena kamu merasa “sayang” dengan speasialisasi tertentu di SMK? Pastinya nggak ‘kan.

Nah, terus anak SMK sebaiknya memilih kampus yang jurusan yang seperti apa?

Begini, dengan kurikulum yang dirancang untuk menghasilkan tenaga siap kerja, pastinya apa yang dipelajari di SMK lebih menitik-beratkan pada hard skill yang sesuai dengan bidang keahlian di masing-masing industri—which is, udah spesifik banget nih. Jadi, akan lebih baik kalau kamu melanjutkan pendidikan tinggi ke jenjang yang juga mengajarkan ilmu-ilmu dan keterampilan spesifik dan siap kerja, seperti pendidikan vokasi.

Lagipula, dengan program link and match yang telah dicanangkan pemerintah untuk pendidikan vokasi dengan industri, peluang kamu untuk masuk ke dunia kerja bisa menjadi lebih besar, gaes. Asal, kembali lagi, sesuaikan program studi yang ingin kamu ambil di kuliah dengan minat dan kemampuanmu, ya!

Nah, setelah paham bagaimana caranya memilih jurusan yang sesuai, saatnya kamu mengetahui jalur apa saja yang bisa kamu tempuh untuk masuk ke perguruan tinggi. Untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ada 3 jalur yang bisa kamu ikuti, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri. Sementara itu, kalau kamu ingin masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) jalur masuk yang harus kamu lalui biasanya hanya berupa Ujian Mandiri.

Ingin tahu apa aja sih yang harus dipersiapkan anak SMK sebelum mengikuti seleksi masuk perguruan tinggikhususnya Perguruan Tinggi Negeri? Simak bahasannya di bawah ini, ya!

 

Persiapan Masuk Perguruan Tinggi Lewat Jalur SNMPTN Untuk SMK

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah seleksi masuk PTN tanpa tes. Penilaiannya berdasarkan nilai raport. Oleh karena itu, sekolah kamu juga bakal dilihat prestasi dan track record-nya. Misalnya, apakah sekolah kamu pernah terlibat tawuran, punya kasus kekerasan, punya banyak prestasi, punya jejak alumni yang oke, dan lain sebaginya.

Ini dia beberapa tips bagi anak SMK yang ingin masuk perguruan tinggi lewat jalur SNMPTN:

Pahami persyaratan pendaftaran SNMPTN

Selayaknya seleksi masuk peruruan tinggi pada umumnya, SNMPTN memiliki syarat-syarat yang kudu banget kamu perhatikan, nih. Syarat untuk ikut SNMPTN adalah sebagai berikut:

  • Memiliki prestasi unggul yaitu: calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester tiga, semester empat dan semester lima, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah sebagai berikut:
    • akreditasi A, 75% terbaik di sekolahnya;
    • akreditasi B, 50% terbaik di sekolahnya;
    • akreditasi C, 20% terbaik di sekolahnya;
    • akreditasi lainnya, 10% terbaik di sekolahnya.
  • Memiliki NISN dan terdaftar pada PDSS
  • Memiliki nilai rapor semester satu sampai semester lima (bagi siswa SMA/MA, SMK tiga tahun) atau nilai rapor semester satu sampai semester tujuh (bagi SMK empat tahun) yang telah diisikan pada PDSS
  • Memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN.

Pilih jurusan kuliah yang sejalur dengan jurusan SMK kamu

Menurut situs Halo Kampus, panitia SNMPTN menyarankan agar siswa SMK memilih jurusan kuliah yang sejalur dengan jurusan pendidikan mereka di SMK. Soalnya, kalau kamu mendaftar di jurusan yang sesuai dengan rumpun pendidikan SMK kamu, maka peluang penerimaan kamu relatif akan lebih besar.

Tapi, apakah ini berarti kesempatan menembus SNMPTN bagi siswa SMK yang mau kuliah di jurusan yang “nggak nyambung” jadi kecil banget?

Jangan sedih dulu! Coba cek jurusan SMK dan jurusan kuliah kamu. Siapa tahu jurusan kuliah incaran kamu sebenarnya nggak jauh-jauh amat dengan jurusan SMK kamu sekarang!

Baca juga: Macam-Macam Bidang Keahlian dan Jurusan di SMK

Lihat peta sebaran alumni SMK

Coba datangi guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah kamu dan minta data sebaran alumni di berbagai Perguruan Tinggi Negeri.

Soalnya, salah satu penilaian SNMPTN adalah asal sekolah. Dengan demikian, kamu perlu cari tahu, lulusan SMK kamu paling banyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri mana?

Misalnya, kamu adalah siswa SMK A. Setelah kamu lihat, ternyata alumni SMK A paling banyak diterima di PTN B. Dengan demikian, kesempatan kamu lebih besar untuk masuk PTN B daripada PTN C, D, E, dan lainnya. Maka, PTN B sebaiknya jadi prioritas kamu.

Cari tahu jatah penerimaan SMK di setiap Perguruan Tinggi Negeri dan kuota jurusannya

Selain cari tahu data sebaran alumni, kamu juga perlu cari tahu jatah penerimaan SMK di Perguruan Tinggi Negeri yang kamu tuju.

FYI, setiap tahun, jatah penerimaan siswa SMK di sebuah Perguruan Tinggi Negeri tuh beda-beda banget, gaes. Ada Perguruan Tinggi Negeri yang banyak menerima lulusan SMK, ada yang nggak menerima sama sekali. Lagi-lagi, hal ini tergantung asal sekolah dan sebaran alumninya.

Selain cari tahu tentang jatah penerimaan anak SMK di Perguruan Tinggi Negeri incaran kamu, kamu juga musti kepoin jatah penerimaan di jurusannya. Biasanya, kalau tingkat penerimaan jurusannya besar, peluang anak SMK untuk bisa masuk jurusan tersebut juga makin besar.

Prestasi di sekolah menjadi pertimbangan penerimaan

Kalau kamu punya prestasi lomba/kejuaraan, baik akademis maupun non akademis, kamu jadi bisa mendapat nilai tambah. Soalnya, prestasi tambahan di luar kelas akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi Perguruan Tinggi Negeri untuk menerima siswa SMK lewat SNMPTN.

Jadi jangan lupa konsultasikan dengan guru di SMK kamu, supaya prestasi kamu di-recognize oleh Perguruan Tinggi Negeri pilihan kamu.

 

Persiapan Masuk Perguruan Tinggi Lewat Jalur SBMPTN dan Ujian Mandiri untuk SMK

Berbeda dengan SNMPTN yang sangat memperhatikan status sekolah, untuk SBMPTN dan Ujian Mandiri yang berperan paling penting adalah kemampuan diri kamu sendiri dalam mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan. Karena itulah, lulusan SMK yang memilih jalur SBMPTN harus belajar pelajaran SMA secara maksimal sebelum ikut ujian. Kesempatan untuk masuk PTN antara anak SMA dengan SMK itu sama saja, asalkan nilai ujiannya mampu bersaing.

Nah, yang kerap menjadi masalah di sini adalah, anak SMK nggak belajar mata pelajaran normatif (Matematika, Kimia, Ekonomi, dll.) sedalam anak SMA. Makanya, mengulas dan mengkaji kembali materi-materi ujian terkait pelajaran-pelajaran tesebut wajib banget kamu lakukan sebelum mengikuti SBMPTN maupun Ujian Mandiri

Sementara, SMK yang ikut Ujian Mandiri menjadi hak masing-masing PTN. Materi dan tata cara ujian mandiri berbeda-beda, tergantung universitas dan jurusan masing-masing. Namun ujiannya biasanya tertulis dan materinya nggak beda jauh dengan SBMPTN.

Ini dia beberapa tips untuk anak SMK yang ingin masuk perguruan tinggi lewat jalur SBMPTN dan Ujian Mandiri.

Kamu WAJIB belajar keras sebelum ujian masuk PTN

Sebenernya, persiapan SBMPTN untuk anak SMA dan SMK pun nggak berbeda: belajar dengan tekun. Begitu masuk kelas 12, kamu sudah harus memikirkan kelas tambahan atau kursus mata pelajaran normatif yang akan menjadi soal ujian masuk universitas incaran. Kebanyakan anak SMK yang akan meneruskan pendidikan ke universitas mengambil kelas tambahan Matematika dan Bahasa Inggris.

Hal ini perlu dilakukan mengingat nggak banyak materi mata pelajaran normatif yang kita kuasai secara mendalam. Makanya, kelas tambahan bakal membantu banget deh!

Kamu juga bisa beli buku-buku soal ujian masuk universitas

Salah satu cara belajar paling efektif menurut metode belajar McDaniel adalah dengan memperbanyak latihan soal. Latihan soal bisa membuat otak kamu memahami materi pelajaran dengan lebih dalam. Kalaupun jawabanmu salah, nggak apa-apa. Dengan salah menjawab, kamu jadi tahu di mana letak kelemahanmu, sehingga bisa belajar ulang untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Sisihkan uang jajan untuk membeli buku-buku latihan soal ujian masuk universitas. Luangkan waktu untuk mengerjakan soal, paling nggak satu jam dalam seminggu. Ingat, persiapan ini dilakukan sejak satu tahun sebelumnya, gaes, bukan seminggu sebelum hari H ujian.

Jangan minder!

Meskipun kamu harus bersaing dengan anak SMA yang telah lebih dulu mempelajari materi-materi yang diujikan dalam SBMPTN maupun Ujian Mandiri, tapi kamu harus percaya bahwa sesungguhnya kesempatan kamu untuk masuk ke perguruan tinggi idaman sama saja dengan anak SMA. Sudah banyak kok lulusan SMK yang telah terbukti mampu untuk menembus SBMPTN dan masuk ke PTN idola.

Mungkin kamu bisa sharing atau tanya-tanya dengan kakak kelas yang sudah pernah mengikuti atau bahkan lolos SBMPTN dan Ujian Mandiri. Siapa tahu, kamu bisa mendapatkan motivasi serta tips dan trik langsung dari mereka.

Kamu juga bisa lho membaca pengalaman kakak-kakak lulusan SMK yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di sini.

Good luck!


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©