Menu

Melakukan 13 Hal “Sok Baik” dan "Palsu" Ini Nggak Bikin Kamu Jadi Munafik Kok!

Apakah kita harus mengekspresikan semua hal yang kita rasakan, tanpa ada yang ditutupi dan diseleksi, supaya dibilang apa adanya dan nggak muna’? Nggak, dong.

Melakukan hal-hal berikut ini nggak otomatis menjadikan kamu munafik, kok!

1. Bersikap baik kepada orang yang sebenarnya kamu sebelin.

Karena bisa aja kamu berprasangka baik, “Hei, mungkin yang salah bukan dia, tapi gue. Mungkin gue yang terlalu sensitif.”. Bisa juga kamu merasa kasihan atau ingin memberi dia kesempatan.

2. Menahan komentar pedas/menyakitkan.

Karena nggak semua hal yang kamu pikirkan dan rasakan adalah yang paling benar.

3. Posting hal yang kocak dan seru, saat kamu sebenarnya lagi down.

Yah, nggak perlu juga semua jagad maya tahu kalau kamu lagi sedih. Lagipula, nggak ada salahnya kalau kamu lebih memilih untuk menebar keceriaan dan hawa positif, ketimbang berkeluh kesah.

4.  Nggak buka-bukaan soal orang yang lagi dekat dengan kamu.

Hey, it’s privacy! Jadi suka-suka kamu dong, mau cerita atau nggak.

5. Bilang, “Gue nggak apa-apa.”, di saat lagi kzl setengah mati dan rasanya mau 'meledak'.

Dari pengalaman saya, menahan dan menunda kemarahan selalu membawa manfaat baik. Pertama, kamu jadi lebih bisa berpikir dengan jernih. Kedua, kemarahan tersebut jadi bisa mereda dulu.

Sebaliknya, meluapkan emosi sesaat justru membuat saya menyesal. A wise man said, "A moment of paticence in a moment of anger saves you a hundred moments of regrets."

6. Memberikan contoh dan masukan yang baik dan benar untuk adik, teman, atau junior. Padahal diri kamu sendiri belum sebaik itu.

Nggak apa-apa, dong. Daripada ikut mempengaruhi mereka untuk melakukan hal yang salah?

Mungkin kamu bisa bilang, “Yang paling benar dan tepat, sih, seperti ini….. Tapi aku sendiri belum bisa melakukannya.”

7. Rasanya pengen banget mengeluarkan segala sumpah serapah, saking sebelnya. Tapiiiii…. TAHAN! *tarik buang napas*

Ini bukan sikap muna’, lho. Ini adalah sikap tahu sopan santun dan bisa menahan diri.

8. Ketika lagi bareng teman-teman, kamu bocor dan gokil abis. Tapi kalau di depan guru dan orang yang lebih tua, kamu jadi lebih kalem. Sok pengen kelihatan alim, ya?

Bukan! Sikap ini justru menunjukkan kamu tahu cara menempatkan diri.

9. "Jaim" saat kencan pertama. Yang biasanya makan tiga piring, pas kencan pertama, setengah piring aja nggak abis.

Normal dan sangat manusiawi, kok!

10. Awalnya nggak suka sama si A. Eh, besoknya jadi suka. Tadinya suka main basket. Sekitar 1-2  minggu kemudian, udah ganti hobi.

Selera dan minat yang berubah-ubah adalah hal yang wajar. Manusia, tuh, sudah kodratnya untuk selalu berkembang dan berubah, apalagi di masa-masa pencarian jati diri. Perasaan yang berubah juga masih tergolong wajar, kok. Ejiyeeee!

11. Kadang introvert, kadang ekstrovert.

Mungkin kamu punya kepribadian ambivert, yang seimbang antara introvert dan ekstrovert.

12. Sesekali pengen tampil beda, di luar style dan kebiasaan kamu.

Nggak jadi diri sendiri? Nggak, kok. Bagi saya, berganti gaya adalah bagian dari eksplorasi diri.

13. Sok pede dan sok tenang, padahal sebenarnya luar biasa tegang.

Hey, kadang kita dihadapkan di situasi ini. Misalnya, saat diminta presentasi atau tampil di depan umum. Terkadang kita harus "menipu" diri sendiri dan orang lain, untuk meredakan ketegangan dan ketakutan.

(sumber gambar: wsj.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©