Menu

Jangan Kuliah di Universitas Unggulan, Kalau Kamu Nggak Siap Menghadapi Kenyataan-Kenyataan Ini

Bisa berkuliah di universitas unggulan pastinya adalah goal penting bagi banyak anak kelas 12. Siapa, sih, yang nggak mau kuliah di kampus terbaik di Indonesia? Apalagi, biasanya, kalau kampusnya keren, mahasiswanya juga jadi tampak keren, hehehe.

Orang tua pun tentunya senang banget kalau anaknya bisa diterima di kampus favorit, karena mereka merasa masa depan sang anak jadi lebih terjamin (meskipun kenyataannya nggak selalu begitu, sih!)

Memang, bisa berkuliah di universitas unggulan yang persaingannya tinggi itu sangat membanggakan. Tetapi kuliah di kampus favorit, tuh, nggak gampang, lho. Yang pasti, kalau tujuan kamu kuliah di sana cuma untuk keren-kerenan, kamu bakal ketetaran! Kenapa? Karena...

1. Kamu memang pintar, tapi teman-temanmu di kampus nggak kalah pintar

Kalau kamu diterima di kampus unggulan yang persaingannya tinggi, bisa dipastikan kamu termasuk siswa pintar di SMA. Malah mungkin, peringkat nilai kamu di kelas selalu termasuk tiga besar. Dengan begitu, barangkali kamu pede bahwa saat jadi mahasiswa nanti, kamu bakal tetap jadi pelajar dengan nilai dan prestasi terbaik.

Nyatanya, kalau kamu kuliah di universitas unggulan, kamu bakal berada di tengah segudang orang pintar, sehingga kepintaran dan prestasi kamu saat SMA serasa biasa aja.

Nah, nggak semua mahasiswa baru bisa beradaptasi dengan keadaan begini. Ada maba yang masih leyeh-leyeh, karena dia yakin bisa survive dan tetap berprestasi, seperti saat SMA. Ada maba yang masih yakin bahwa cara belajar yang dia pakai waktu SMA masih bisa berlaku saat kuliah. Mereka nggak sadar kalau masa kejayaan mereka di SMA bisa hilang di kampus, apalagi kalau persaingan di kampusnya ketat!

2. Waktumu penuh dengan tugas

Kalau di FTV, mahasiswa sering digambarkan nyantai banget dan selalu ada waktu buat nongkrong, plus pacaran pula! Sementara di kehidupan nyata, kalau kamu adalah mahasiswa kampus favorit, jangan harap kamu bisa nongkrong sepuasnya begitu, deh, karena waktumu akan dipenuhi dengan segudang tugas. Bahkan ketika satu tugas selesai, tugas berikutnya sudah menanti. Kamu nggak hanya akan dituntut pintar secara akademik, tetapi juga pintar mengatur waktu.

3. Punya dosen yang perfeksionis

Salah satu ciri khas universitas unggulan adalah dosennya. Dosen-dosen di kampus unggulan biasanya sangat ahli di bidangnya, aktif dalam kegiatan penelitian, punya sifat profesional serta perfeksionis.

Nah, hal ini bisa berefek ke nilai, lho, karena dosen “perfeksionis” seringkali lebih pelit nilai. Alhasil, kamu mungkin akan mendapati teman-temanmu yang kuliah di universitas non-unggulan punya nilai yang lebih baik darimu.

Sehingga mungkin kamu jadi sering membatin, “Wah, kok IP gue jelek? Masa’ kalah sama IP-nya si A yang kuliah di kampus X?”

Jangan buru-buru sebel sama dosen perfeksionis kamu itu, ya. Kamu harus menerima kenyataan kalau dosenmu punya standar tinggi untuk mahasiswanya, karena beliau yakin para mahasiswanya bisa lebih baik dari yang mereka pikir, makanya beliau nggak segan menantang mereka. Pada jangka panjangnya, hal ini akan bagus banget untuk kamu, lho. Kamu jadi terbiasa berjuang keras, karena saat kuliah terbiasa “susah” mendapatkan kesuksesan.

4. Mendapat ekspektasi tinggi dari orang-orang sekitar

A : Kuliah dimana, dek?

B : FK UI, Om

A : Wah, hebat. Kamu pasti pinter banget, ya.

B : *nyengir doang*

Kalau kamu kuliah di kampus unggulan, anggapan seperti ini akan sering kamu dapati. Apalagi kalau jurusan kuliahmu terkenal sulit, orang-orang di sekitarmu pasti akan memberikan kamu label hebat, pintar, rajin, bahkan jenius. Wajar, dong, karena mereka tahu kuliah di kampusmu memang berat, namun cukup menjamin masa depan yang oke.

Tapi hati-hati, lho, karena ekspektasi begini malah bisa jadi beban untuk kamu. Kalau kamu mulai merasa terbebani, anggap saja label-label tersebut adalah doa ya, gaes.

Selamat jadi mahasiswa unggulan!

(sumber gambar : mediaindonesia.com, memegenerator.net, www.duniadosen.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©