Menu

Satu Trik Ampuh Menghadapi Bully. Ajarkan Ini ke Semua Orang Supaya Nggak Jadi Korban!

Seorang terapis dan penulis asal Perancis, Emmanuelle Piquet melihat sekitar 2.000 anak-anak setiap tahun menjadi korban bully di sekolah. Maka sepuluh tahun lalu, Piquet mendirikan France’s Chagrin Scolaire Centres, sebuah lembaga yang memberikan bantuan kepada anak-anak dan keluarga dalam menghadapi bully dan kasus konfrontasi di sekolah.

Pandangan Piquet tentang bullying dibahas di situs AFP dan koran The Jakarta Post. Menurut saya, pembahasan ini menarik banget buat kita semua.

“Saya melihat sindrom popularitas terus meningkat beberapa tahun belakangan, dimulai dari tingkat sekolah dasar,” Piquest menjelaskan. Korban bully biasanya banyak dijadikan bahan tertawaan dan diminta melakukan hal-hal yang mempermalukan mereka dan menyusahkan secara fisik dan mental.

Cara Ampuh Hadapi Bully 1 - Youthmanual

“Mereka juga seringkali memberikan korban bully sebuah nama panggilan alias label yang kejam,” lanjut Piquet. Kalau di Indonesia, nama panggilan ini ditujukan supaya teman-teman lain pada tahu karakter yang pengen ditujukan sama pem-bully terhadap korbannya. Misalnya, si pendek, si kampungan anak daerah, dan sebagainya.

Semakin banyak anak lain yang memanggil korban bully tersebut dengan nama kejam ini, maka bullying mereka dinilai semakin berhasil.

Untungnya, banyak orang tua yang sekarang lebih peka dengan hubungan sosial anak-anaknya. Anak nggak terlalu dipaksa harus punya nilai gemilang, asalkan si anak bisa punya teman-teman yang baik dan bergerak positif secara bersama-sama. Tapi meskipun begitu, melaporkan seorang bully ke orang tua dan pihak sekolah seringkali nggak efektif. Kadang dia malah makin menjadi-jadi dan lebih kejam.

Cara apa, dong, yang lebih efektif buat meredam para bully ini?

Piquet bilang, ada satu cara ampuh yang bisa digunakan sama korban bully ketika mereka mendapat penghinaan dari teman-temannya. 

Caranya, korban bully harus belajar untuk memanfaatkan setiap hinaan yang ditujukan oleh para bully. Kata-kata kejam dan segala penghinaan nggak bakal mempan kalo ternyata kita bisa mengambil sisi lucu dari apa yang mereka tujukan untuk mempermalukan kita. Jadi kamu harus belajar menerima penghinaan dan nggak sakit hati.

Contohnya, media sosial sering banget dipakai untuk untuk menyerang seseorang lewat komen jahat. Misalnya, Syahrini. Penyanyi ini sering banget dibilang punya penampilan panggung yang norak dengan baju-baju heboh dan hiasan kepala bak sedang jadi peserta karnaval.

Tapi semakin dicela, Syahrini justru makin sengaja memamerkan baju-baju, hiasan kepala serta make up dengan cara yang super heboh. Akibatnya, do'i makin populer dan justru dianggap all out saat lagi manggung. Dengan kata lain, Syahrini memanfaatkan haters supaya makin populer.

Cara Ampuh Hadapi Bully 2 - Youthmanual

Atau kalau kamu sering nonton Game of Thrones, karakter Tyrion sering banget dihina karena dia seorang cebol. Tapi Tyrion menerima hal tersebut dengan bilang bahwa dia memang seorang cebol yang pintar dan kaya raya.

Contoh lain adalah seorang cewek berusia 16 tahun punya nama Zlatan, mirip nama pemain bola Zlatan Ibrahimovic. Dia sering banget di-bully gara-gara namanya ini. Di media sosialnya, Zlatan malah sengaja mengganti foto profilnya dengan foto Zlatan Ibrahimovic si pemain bola dan nulis status: “Go on, bring  it on, I find that funny too”, menunjukkan bahwa dia juga merasa lucu terhadap namanya.

Para bully pun jadi malas menjadikan Zlatan sebagai korban mereka.

So, embrace what they say about you and CHILLAX! Alias chill and relax!

Baca juga:

(sumber gambar: padu.edu.my, souffrance-scolaire.com, wowkeren.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©