Menu

Cerita Dibalik Lagu Cinta Seorang Bule Norwegia Untuk Nasi Padang

Ada yang belum nonton video musik “Nasi Padang” yang dibuat dan dinyanyikan seorang bule Norwegia? Apa? Ada yang belum?

Ih, kudet, deh. Padahal ‘kan video ini udah viral dari minggu lalu. Oke, mungkin minggu lalu kuota kamu habis dan belum sempat nemu wifi, ya! Nah, sekarang tonton dulu, deh.

Hihihihi. Kok bisa-bisanya ya, seorang bule Norwegia iseng banget bikin lagu cinta teruntuk nasi padang. Hmmm, ternyata makanan yang kayaknya biasa aja untuk kita, bisa luar biasa sekali di lidah orang asing, ya.

Penyanyi lagu ini bernama Audun Kvitland Røstad, yang tahun ini sempat jalan-jalan ke Indonesia, lalu jatuh cinta habis-habisan dengan nasi Padang. Akhirnya pas balik ke negara asalnya, Audun langsung bikin lagu tribute, deh, hihihi.

Dikutip dari situs berita The Jakarta Post, Audun adalah seorang desainer musik dan suara (music and sound designer) untuk film. Di Norwegia, dia juga punya sebuah studio musik bernama Ambolt Audio yang dia kelola bersama temannya, Jørgen Meyer. Sebagai musisi, Audun adalah seorang gitaris untuk sebuah band bernama Asiago, dan mereka akan merilis musik baru awal tahun depan.

Meski Audun baru mengunjungi Indonesia bulan Juli 2016 kemarin, sebenarnya Audun sudah tertarik kepada Indonesia sejak lima tahun lalu, lho, ketika dia beli travel guidebook Lonely Planet Indonesia. Namun dia baru berkesempatan mengunjungi Indonesia tahun ini.

Audun berangkat bareng temannya, Petter Heggen, dan menghabiskan tiga minggu menjelajahi Bali, Lombok, Labuan Bajo, Ende, Yogyakarta, dan Jakarta. Di Bali, Audun mengaku paling suka melihat pemandangan sawah berundak. “Benar-benar bagus. Seperti lagi di planet lain!” kata Audun kepada The Jakarta Post.

Sementara ketika mereka sedang tracking di Pulau Rinca, Audun dan Petter sempat melihat tiga atau empat komodo. “Pengalamannya seru sekaligus agak menakutkan, karena salah satu dari komodo-komodo itu sempat nyamperin kami!”

Audun juga senang banget bisa mendapatkan teman-teman baru di Moni, Ende, bahkan berpartisipasi dalam aktivitas bakti sosial di Yogyakarta. Tapi Audun paling terkesan dengan makanan Indonesia, khususnya nasi Padang.

“Nasi Padang adalah makanan Indonesia favorit saya, karena kombinasi rasanya yang unik, dan lauknya yang sangat bervariasi. Kebetulan saya memang suka makanan pedas, jadi kombinasi sambalnya oke banget!” kata Audun yang memang selalu suka mencicipi makanan lokal kalau sedang travelling. “Sayangnya, saya baru nyobain nasi Padang di akhir perjalanan saya di Indonesia,” tambahnya.

Akhirnya, ketika pulang ke Norwegia, Audun iseng-iseng bikin lagu “Nasi Padang”, deh. Dia sama sekali nggak menyangka, lho, bahwa lagunya bakal viral dan disambut hangat oleh warga Indonesia.

“Awalnya, saya cuma cerita tentang nasi Padang kepada seorang teman saya yang orang Indonesia, dan bercanda-bercanda mau buat lagu tentang makanan tersebut… Yang bikin saya senang adalah mengetahui bahwa ada orang-orang yang jadi hepi karena mendengarkan lagu ini.”

Hepi, dong. Saya, sih, senang melihat seorang asing bisa suka banget dengan sesuatu yang kita anggap sepele sehari-harinya. Saya jadi diingatkan bahwa kuliner Indonesia memang sangat kaya rasa dan nikmat warbiyasak. Beda banget sama makanan-makanan asli Eropa yang cenderung hambar, sob! Untuk hal ini, saya bersyukur banget, deh, tinggal di Indonesia.

Pengalaman Audun juga jadi mengingatkan saya untuk selalu terbuka dan mau mencoba hal-hal baru. Bagi seorang Norwegia seperti Audun, makanan seperti nasi Padang sebenarnya bisa tampak sangat aneh, lho (gulai kikil? Gulai otak? Sate jeroan?!), tetapi dia mau mencobanya dan akhirnya suka banget, sampai terinspirasi membuat lagu, pula!

Saya setuju banget bahwa semakin kita terbuka terhadap hal-hal baru, kita juga akan semakin sering terinspirasi.

Kalau kamu suka sama lagu Nasi Padang ini, kamu bisa download lagunya gratis di Soundcloud dan iTunes, atau dengarkan secara gratis lewat streaming di Spotify.

Tambo cie, uda!

(sumber gambar: youtube.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©