Menu

Konsolidasi Berkuda a la Jokowi-Prabowo, Bisa Jadi Inspirasi Pilkada

Setelah pemilu 2014  yang "intens" hingga membagi masyarakat menjadi dua kubu, baru deh, 2 tahun kemudian Jokowi dan Prabowo tampak “mesra”, berkuda dan berdiskusi soal bangsa. Damai a la mereka bisa jadi inspirasi kandidat dan pendukung Pilkada di manapun berada.

Yang lagi jadi headline tentu saja pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ketiga pasangan calon (paslon) berkomitmen untuk menjaga pemilihan yang damai. Supaya kedamaian dan kekompakan paslon dan pendukungnya makin terjaga, maka saya pun kepikiran beberapa ide kegiatan, yang terinspirasi dari sesi berkuda bareng Jokowi–Prabowo, yaitu…..

Karantina bersama

Selama musim kampanye, sebaiknya sih para Cagub dan Cawagub tinggal bareng. Semacam karantina kompetisi-kompetisian, gitu. Atau paling nggak mirip dengan masa Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS/MPK. Tapi tentu saja, kali ini mereka punya akses ke mana-mana dan keluarga boleh diboyong.

Kenapa harus tinggal bareng, sih?

Bayangin saja, kalau ada kesalahpahaman selama kampanye, mereka bisa menyelesaikannya di rumah, malam itu juga. Hubungan mereka pun akan lebih dekat, kayak keluarga sendiri. Jadi seandainya ada yang ingin memecah belah, bakal kesulitan.

selfie gubernur dki

Jurit malam dan renungan

Ini juga a la-a la LDK atau pelantikan ekskul. Selain uji mental, jurit malam dan renungan juga bisa bikin kompak.  Tapi jangan sampai ada unsur perpeloncoan di situ, Pak Anies Baswedan tentu akan protes berat.

Pertandingan persahabatan

Kalau dilihat dari pengalaman Jokowi dan Probowo, akhirnya kegiatan olahraga lah (berkuda) yang menyatukan mereka.

Makanya, oke juga kalau diadakan POP (Pekan Olahraga Pilkada), yang diisi pertandingan olahraga futsal dan basket (yang lebih murah meriah ketimbang berkuda ya, cyin!). Trus, diselingin anek lomba tradisional macam gobak sodor, makan kerupuk, dan lomba kelereng. Para calon beserta timses (tim sukses) ikutan bertanding. Pasti semua happy!

Selain menyatukan, olahraga juga melatih sportivitas antara timses, dan juga para pendukung. Soalnya, suasana panas sering juga dipicu oleh timses ataupun pendukung.

Nah, dengan kegiatan olahraga tersebut energi dan semangat timses dan pendukung pun bisa tersalurkan. Bertanding, memberi dukungan, adu yel-yel, tapi tetap damai dan seru.

O iya, poin plus lainnya adalah dengan kegiatan olahraga seperti ini adalah para Cagub dan Cawagub bisa makin fit dan fresh. Jadi nggak hanya mas AHY yang sixpack. Ihiy!

Training buzzer

Para buzzer—alias pendukung di dunia maya baik resmi maupun nggak resmi—kan banyak banget tuh. Nah, mereka perlu diarahkan supaya tetap positif dan damai. Sekalian aja dikasih training dan workshop. Jadi setelah Pilkada kelar mereka bisa punya kegiatan lain yang lebih oke, seperti ikutan gerakan 1000 Startup Nasional.

pilkada dki nomor calon

Adu gagasan

Berikan kesempatan sebesar-besarnya agar para calon bisa mempresentasikan gagasan mereka.

Soal reklamasi vs deklamasi, KIP vs KJP, program relokasi warga, dan sebagainya.

Dengarkan! Supaya bisa kita tagih janjinya seandainya terpilih nanti.

Beri penghargaan untuk semua

Mungkin salah satu hal yang bikin suasana pemilihan jadi tegang adalah urusan kalah-menang. Satu yang menang, sementara yang lain harus menelan kekalahan. Pendukung pun jadi kecewa, dan sakit hati. Bahkan ada yang sampai buang muka saat harus berjabatan tangan dengan rivalnya, atau saling unfollow dan block di medsos. (padahal mereka sama-sama hanya pendukung. Yaelah!).

Saran saya, mendingan semua diberi apresiasi, biar nggak ada yang merasa kalah dan menang. Jadi misalnya, selain keputusan siapa Gubernur dan Calon Gubernur, KPU juga bikin penghargaan kriteria khusus, seperti Kostum Kampanye Terbaik, Yel-Yel Terkreatif, Pendukung Tersportif, Public Speaking Terdahsyat dan lain sebagainya. Lengkap dengan segala piagamnya. Dijamin lebih seru dari acara award-award di televisi yang pemenangnya pemain sinetron melulu. Hihihi!

Lagipula, menang ataupun kalah, semua punya tempat di hati masyarakat, dan tetap  bisa berkiprah buat bangsa. Pak Ahok dengan teman-temannya (Teman Ahok) bisa tetap “galak” dan vokal terhadap korupsi. Sementara Pak Djarot bisa tetap aktif di politik. Pak Anies pun nggak akan kekurangan orang untuk turun tangan bersama demi pendidikan dan kemajuan bangsa, sedangkan Pak Sandiaga juga mendapat tempat barengan para generasi muda yang suka olahraga.

agus terjun terbang diarak diangkat

Aksi Pak Agus "AHY" a la rockstar.

Kalau AHY, nggak perlu ditanya. Kayaknya beliau sukses membangun fanbase di seluruh nusantara. Sementara Bu Sylvi akan menjadi putri Betawi yang  dicintai.

Semoga Pilkada di Jakarta dan di seluruh Indonesia berjalan adil, lancar, dan damai!

Salam takzim, gaes!

(sumber gambar: metrotvnews.com, tempo.co/instagram anies baswedan, kompas.com, detikzone.com)

 

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©