Menu

Kuliah, Magang, Atau Kerja Sukarela Ke Luar Negeri Sekarang Jadi Lebih Gampang. Caranya?

Pasti tahu, dong, kalau Youthmanual sudah sering banget membahas soal pertukaran pelajar, mulai dari tips-tipsnya sampai suka-dukanya.

Alasannya jelas, karena pengalaman belajar di negara lain, tuh, berharga banget! Percaya, deh, pelajaran yang bisa kamu ambil nggak bisa dipelajari dari buku manapun. 

Nah, dari artikel ini, kamu pasti tahu bahwa salah satu institusi penyelenggara pertukaran pelajar paling terkenal di Indonesia adalah Yayasan Bina Antarbudaya.

Sejak tahun 1985—lewat program pertukaran pelajar AFS—Yayasan Bina Antarbudaya telah mengirimkan 3,692 siswa Indonesia untuk belajar di lebih dari 60 negara dan, sebaliknya, memberikan kesempatan kepada 1,699 siswa asing untuk belajar di Indonesia. Wow! Banyak alumninya yang sekarang sudah menjadi tokoh ternama, seperti Taufiq Ismail, Joko Anwar, Najwa Shihab, Anies Baswedan, dan banyak lainnya.

Selain AFS Year Program dan AFS Short Program, Bina Antarbudaya juga punya program pertukaran pelajar selama setahun ke Amerika Serikat bernama Youth Exchange and Study (YES)

Nah, tahun ini Yayasan Bina Antarbudaya meluncurkan divisi baru, bernama Go Global Indonesia.

Acara peluncurannya berlangsung Kamis, 20 Oktober 2016, di Panin Center Building, Jakarta, menghadirkan Asmir Agoes (Ketua Dewan Pengurus Yaysan Bina Antarbudaya), Fonnyta Amran (Country General Manager Go Global Indonesia), dan Iman Usman (Co-Founder the Indonesian Future Leaders)

Nah, Go Global Indonesia sendiri apa, sih?

Go Global Indonesia (GGI) adalah organisasi non pemerintah dan non profit yang bertujuan membantu generasi muda Indonesia untuk menjadi generasi pembawa perubahan masa depan yang cerdas budaya dan berwawasan global. 

Kedengaran ribet? Oke, langsung ke konkretnya aja, ya.

Konkretnya, GGI menawarkan beberapa pilihan paket program yang bisa kamu pilih, yaitu 

  • Magang internasional (internship abroad)
  • Kuliah di luar negeri (study abroad)
  • Sukarelawan internasional (volunteer abroad).

Trus, kalau pertukaran pelajar AFS dan YES dari Yayasan Bina Antarbudaya cuma berlaku untuk siswa usia SMA, maka program GGI bisa diikuti oleh yang berusia di atas 18 tahun. Yay!

Tujuan dari pembuatan GGI jelas—supaya generasi muda Indonesia dapat memiliki kompetensi global di era pasar bebas saat ini.

Soalnya sedih sih, gaes, kalau lihat laporan The Global Competitiveness Report dari World Economic Forum tahun 2012-2012. Katanya, daya saing, logistik, dan produktivitas tenaga kerja Indonesia masih berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Padahal data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2015 menunjukkan, mayoritas penduduk Indonesia terdiri dari anak-anak muda yang (seharusnya) sedang produktif-produktifnya. Jumlah anak muda, tuh, seperempat total penduduk Indonesia, lho. 

Sayang banget kalau mayoritas populasi ini nggak punya daya saing tingkat global.

Memangnya, supaya jadi pemuda yang lebih baik, kita harus punya pengalaman ke luar negeri? Well, it’s not the only way, tetapi memang sangat membantu.

Asmir Agoes, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya bilang, selama 31 tahun beroperasi, para pelajar yang kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program pertukaran pelajarnya memang mayoritas menjadi orang sukses, dalam berbagai bidang. 

Soalnya, anak muda masih punya semangat belajar dan idealisme yang tinggi, sehingga gampang dibentuk menjadi sumber daya manusia berkompetensi tinggi.

Kalau kamu tertarik, berikut info lebih detil tentang program GGI:

1. Internship Program

Sebuah program magang internasional yang menggabungkan pengalaman kerja profesional dengan pengenalan budaya

Jaringan mitra Internship Program ini terdiri dari penyedia program penempatan pekerja magang di 18 kota di dunia, sehingga pengalaman serta penempatan peserta terjamin penuh.

Ada sekitar 30 jenis tipe karir di seluruh dunia yang dapat kamu pilih

Beberapa contoh Internship Program ini:

  • Engineering internship di London, UK, selama 12 minggu
  • Fashion internship di Milan, Italia selama 8 minggu
  • Culinary internship di Perancis selama 8 minggu

2. Community College

Sebuah rogram untuk anak SMA Indonesia yang ingin lanjut kuliah di Amerika Serikat.

Bekerja sama dengan beberapa community college ternama di Amerika Serikat, GGI akan memandu siswa selama tahun pertama kuliah. FYI, biaya perkuliahan di community college yang lebih murah daripada universitas biasa, namun dengan kualitas yang tetap oke.

Setelah lulus dari community college pada tahun kedua, peserta dapat lanjut berkuliah di bangku universitas, tanpa perlu mengulang dari awal.

3. Volunteer Abroad

Sebuah program menjadi sukarelawan di negara lain, yang menggabungkan kerja sukarela dengan pengenalan budaya dan wisata.

Jaringan partner GGI merupakan organisasi yang telah berpengalaman dalam menempatkan lebih dari 20.000 sukarelawan di 15 kota di seluruh dunia

GGI bekerjasama dengan organisasi lokal, sehingga proyek-proyek yang dijalankan terjamin legalitas dan kontribusi positifnya bagi masyarakat lokal.

Seru sekali, ya. Jadi tunggu apalagi? Batch pertama Go Global Indonesia akan mulai diberangkatkan Januari 2017, lho!

(sumber foto: Yayasan Bina Antarbudaya)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©